Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat
    DPRD Samarinda

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    SittiBy SittiJuni 24, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan yang sangat positif. Jika sebelumnya kas daerah hanya berkisar di angka Rp500 miliar, saat ini realisasinya sudah merangkak naik hingga hampir menembus Rp1 triliun.

    Namun, tren positif ini memicu peringatan keras dari pihak legislatif agar pemerintah tidak terlena dan justru membebankan target tersebut kepada masyarakat kecil lewat sektor pajak.

    Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Sani Bin Husain mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar lebih inovatif dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan.

    Menurutnya, menaikkan PAD dengan cara menggenjot pajak masyarakat merupakan cara klasik yang justru berisiko memicu beban sosial baru di tengah situasi ekonomi saat ini.

    “PAD kita sebenarnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Saya ingat dulu PAD masih sekitar Rp500 miliar, sekarang sudah hampir Rp1 triliun. Itu sudah bagus. Hanya saja, saya menekankan peningkatan PAD jangan sampai membuat masyarakat kecil menderita dengan pajak-pajak yang membebani. Kalau bisa, (pajak rakyat kecil) malah dikurangi,” ujar Sani di DPRD Samarinda Rabu, 24 Juni 2026.

    Politisi PKS ini menegaskan, untuk menciptakan postur PAD yang sehat, pemerintah daerah harus mulai meniru kota-kota di negara maju yang tidak melulu menggantungkan napas anggarannya dari sektor pajak.

    Sani membeberkan beberapa peluang bisnis strategis dan ramah lingkungan yang sebenarnya bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Samarinda untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah tanpa mengusik dompet warga.

    “Ada banyak peluang kreatif yang bisa digarap oleh pemerintah kota. Misalnya, kerja sama penjualan air bersih ke daerah lain atau pengembangan energi listrik berbasis pengolahan sampah. Ide-ide semacam ini jauh lebih sehat dan relevan dengan kebutuhan kota modern,” jelas Sani.

    Bukan hanya sektor energi dan air bersih, Komisi II DPRD Samarinda saat ini juga tengah mengawal ketat penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata. Sani menilai potensi pariwisata di ibu kota Kalimantan Timur ini sangat strategis karena letak geografisnya yang berada tepat di tengah-tengah wilayah kaltim.

    Ironisnya selama ini potensi tersebut seperti berjalan di tempat karena pemerintah belum hadir sepenuhnya dalam menyediakan fasilitas dasar yang layak bagi pengunjung.

    “Yang pertama, kita ingin ada keteraturan. Selama ini pariwisata di Samarinda memang ada, tapi bukan masyarakat yang mengelola dan pengembangannya belum optimal. Seharusnya pemerintah kota hadir. Minimal fasilitas dasarnya, seperti WC, harus baik dan layak. Meski nanti ada retribusi, yang penting wisata kita ditata dengan rapi,” ungkapnya.

    Keberadaan Perda Pariwisata ini nantinya akan menjadi kunci utama bagi kemajuan pariwisata Samarinda. Tanpa adanya regulasi yang mengikat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan pernah bisa dikucurkan secara legal untuk membangun dan mempercantik objek wisata milik daerah.

    “Kenapa perda ini sangat penting? Karena perda punya dua fungsi utama. Pertama, mengikat semua stakeholder untuk ikut berkontribusi. Kedua, menjadi dasar hukum penggunaan APBD untuk pengembangan pariwisata itu sendiri. Tanpa adanya perda, uang APBD tidak bisa dipakai untuk membangun sektor itu,” tukasnya.

     

    DPRD Samarinda PAD Samarinda Sani Bin Husain
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Agustus 12, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Tunjangan Guru di TK Negeri 2, dari 14 Guru Hanya 2 yang Menerima

    Agustus 12, 2026

    SMPN 28 Samarinda Ajukan Dua RKB, Lab Terpaksa Dipakai untuk Belajar

    Agustus 12, 2026

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Disiapkan Tekan Jukir Liar dan Kebocoran PAD

    Agustus 11, 2026

    Soal Kerusakan Fasilitas Teras Samarinda, Dewan Minta PUPR Segera Lakukan Pembenahan

    Agustus 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.