Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat
    Politik

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    IraBy IraAgustus 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diminta lebih kreatif, dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Upaya meningkatkan penerimaan daerah, tidak boleh dilakukan dengan membebani masyarakat melalui kenaikan pajak maupun retribusi.

    Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda sekaligus Ketua Fraksi PKS Arif Kurniawan, Selasa, 11 Agustus 2026.

    Pemerintah daerah memang dituntut mencari sumber-sumber pendapatan baru. Namun strategi tersebut, harus tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

    Menurutnya, optimalisasi PAD tidak semestinya diterjemahkan secara sederhana. Dengan menaikkan pajak dan retribusi ataupun memperluas objek pungutan.

    “Jangan sampai upaya meningkatkan PAD justru menurunkan daya beli masyarakat dan membebani pelaku usaha,” ujarnya di Samarinda.

    Arif menilai kondisi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Karena itu, kebijakan peningkatan pendapatan daerah harus dirancang secara hati-hati agar tidak menimbulkan beban baru bagi warga.

    Ia mendorong Pemkot Samarinda, mengembangkan strategi yang lebih berorientasi pada perluasan basis penerimaan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga menutup potensi kebocoran pendapatan daerah.

    Selain itu, optimalisasi aset milik pemerintah daerah juga dinilai dapat menjadi salah satu sumber PAD tanpa harus menambah beban pungutan kepada masyarakat.

    “Strategi yang harus dikedepankan adalah memperluas basis penerimaan, meningkatkan kepatuhan, menutup kebocoran, mengoptimalkan aset daerah, memperbaiki kualitas layanan, serta memperkuat digitalisasi pemungutan,” tegasnya.

    Menurut Arif, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas pemungutan sekaligus meminimalkan kebocoran. Sistem pembayaran dan pendataan yang semakin terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan tanpa harus menaikkan tarif pungutan.

    Ia menegaskan, peningkatan PAD harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga daya beli masyarakat dan iklim usaha di Kota Samarinda.

    “Prinsipnya PAD naik, tetapi beban masyarakat jangan ikut naik,” katanya.

    Arif berharap Pemkot Samarinda dapat lebih inovatif dalam menggali potensi ekonomi daerah, termasuk mengoptimalkan aset dan sektor-sektor yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah.

    Dengan strategi tersebut, peningkatan PAD diharapkan tidak hanya mengejar besaran penerimaan, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Samarinda.

     

    Arif Kurniawan DPRD Samarinda Fraksi PKS PAD Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    DPRD Kaltim Beri Waktu Sepekan untuk Cabut Mutasi Guru

    September 9, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    TPP ASN Kaltim Tetap Utuh, DPRD Minta Kinerja dan Pengawasan Diperketat

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.