Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Stunting di Samarinda Turun 0,9%, BKKBN Kaltim Minta Kajian Lebih Mendalam
    Diskominfo Kaltim

    Stunting di Samarinda Turun 0,9%, BKKBN Kaltim Minta Kajian Lebih Mendalam

    LarasBy LarasJuli 10, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi tenaga kesehatan dalam pemeriksaan anak dan orang tua di fasilitas kesehatan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka stunting di Kota Samarinda mengalami penurunan sebesar 0,9 persen, yang semula berada di angka 25,3 persen menjadi 24,4 persen di tahun 2023. Penurunan angka stunting ini disambut dengan baik oleh berbagai pihak.

    Teks: Ilustrasi pengukuran dan penimbangan bayi balita

    Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto turut mengapresiasi perolehan positif ini yang merupakan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

    Kendati demikian, ia menyoroti perolehan yang bahkan belum menyentuh angka satu persen tersebut. Menurutnya, diperlukan kajian dan analisis lebih mendalam apa yang menjadi sebab kurang signifikannya penurunan stunting di Kota Samarinda.

    “Kita perlu mengkaji dan menganalisis lebih dalam mengapa penurunan ini masih 0,9%,” sebutnya seusai menghadiri Festival Bangga Kencana II di Gor Segiri Samarinda.

    Lebih rinci, Sunarto mengungkapkan jika hanya terpaku pada angka penurunan saja, tidaklah bijak. Melihat dari keseluruhan sisi diperlukan guna tidak bias terhadap data. Ia menekankan pentingnya membandingkan intervensi dan sasaran.

    Intervensi yang dilakukan bergotong royong antarpihak bisa saja mengalami kesalahan dalam penerapannya. Ia menjelaskan terdapat kesalahan sasaran yang ikut dalam intervensi yang dilakukan.

    “Kita juga harus perhatikan data itu bersama dengan data lainnya yaitu ternyata ada bayi yang overweight atau kegemukan dan ketika melihat kedua angka itu bisa jadi salah intervensi artinya sasaran target tersebut tidak tepat,” jelasnya.

    Hal ini terjadi, sebab beberapa pihak berusaha mempercepat proses penurunan stunting dengan memasukkan semua target bayi balita berusia 0-5 tahun tanpa menekankan pada target sebenarnya.

    Selain itu, muncul pertanyaan dalam benaknya terkait SKI. Angka 0,9 persen tersebut, menurut Sunarto masih memiliki kekurangan. Misalnya sampel yang diambil apakah telah mencakup keseluruhan bayi balita di wilayah Samarinda atau tidak.

    “Kita harus tahu persis bahwa sampelnya itu ada di mana apakah blok sampel itu cukup atau blok sampel tersebut mewakili dari suatu wilayah atau tidak,” tuturnya.

    BKKBN Kaltim Stunting Sunarto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Mall Lembuswana Samarinda dapat menjadi salah satu…

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.