Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Wawali: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Masyarakat

    Agustus 18, 2026

    Jalan Poros Samarinda–Tenggarong Ditutup Total, Pemerintah Siapkan Jalur Alternatif Usai Longsor

    Agustus 18, 2026

    Sebut Atlet sebagai Pahlawan Masa Kini, Menpora Minta Dukungan Jelang Asian Games 2026

    Agustus 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting
    Kesehatan

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Melalui penanganan yang tepat, bayi yang telanjur lahir dengan kondisi stunting masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih sehat.

    Karenanya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, bayi yang telah mengalami stunting tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan.

    Jaya menegaskan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan langkah paling efektif untuk mendukung pertumbuhan bayi.

    “Makanan yang paling cocok untuk bayi yang lahir dengan risiko stunting adalah air susu ibu. Selama enam bulan pertama cukup diberikan ASI eksklusif,” katanya.

    Pemerintah akan melakukan berbagai intervensi, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terus dipantau serta diperbaiki.

    “Kalau yang sudah stunting tentu dilakukan intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan, pengobatan apabila anak sakit, hingga pemantauan kesehatannya secara berkala,” ujar Jaya, Jumat, 3 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, anak yang mengalami stunting umumnya memiliki risiko lebih tinggi terserang berbagai penyakit. Karena itu, selain pemenuhan nutrisi, imunisasi dasar lengkap juga wajib diberikan sebagai perlindungan terhadap penyakit menular.

    Menurutnya, bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Merupakan kelompok yang berisiko mengalami stunting, sehingga membutuhkan perhatian khusus sejak hari-hari pertama kelahiran.

    Dinas Kesehatan Kaltim, juga terus mengampanyekan pentingnya ibu menyusui tetap memberikan ASI meski telah kembali bekerja.

    Salah satunya melalui edukasi mengenai teknik memerah atau pumping ASI agar dapat disimpan dan diberikan kepada bayi saat ibu berada di tempat kerja.

    Selain itu, Jaya mendorong seluruh instansi pemerintah maupun swasta menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui.

    Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar para ibu tetap dapat memerah ASI atau menyusui bayinya dengan nyaman.

    “Kami ingin masyarakat dan tempat kerja memberikan ruang bagi ibu menyusui. Ketika mereka perlu memerah ASI atau menyusui anaknya, harus diberikan kesempatan karena itu sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

    Dinkes Kaltim Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Jaya Mualimin Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Emosi Ibu Berpengaruh pada Karakter Anak, Praktisi Hipnoterapi Ingatkan Pentingnya Kelola Perasaan

    Agustus 18, 2026

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Wawali: Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Masyarakat

    R’syaAgustus 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Saefuddin Zuhri mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan…

    Jalan Poros Samarinda–Tenggarong Ditutup Total, Pemerintah Siapkan Jalur Alternatif Usai Longsor

    Agustus 18, 2026

    Sebut Atlet sebagai Pahlawan Masa Kini, Menpora Minta Dukungan Jelang Asian Games 2026

    Agustus 18, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Izin MBLB Bisa 400 Hari, Aktivitas Tambang Tanpa Izin Masih Ditemukan

    Agustus 18, 2026

    Kesbangpol Samarinda Ingatkan Parpol Hindari Hoaks dan Isu SARA yang Bisa Picu Perpecahan

    Agustus 18, 2026
    1 2 3 … 3,283 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.