Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    Oktober 4, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting
    Kesehatan

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    IraBy IraJuli 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Melalui penanganan yang tepat, bayi yang telanjur lahir dengan kondisi stunting masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih sehat.

    Karenanya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, bayi yang telah mengalami stunting tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan.

    Jaya menegaskan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan langkah paling efektif untuk mendukung pertumbuhan bayi.

    “Makanan yang paling cocok untuk bayi yang lahir dengan risiko stunting adalah air susu ibu. Selama enam bulan pertama cukup diberikan ASI eksklusif,” katanya.

    Pemerintah akan melakukan berbagai intervensi, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terus dipantau serta diperbaiki.

    “Kalau yang sudah stunting tentu dilakukan intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan, pengobatan apabila anak sakit, hingga pemantauan kesehatannya secara berkala,” ujar Jaya, Jumat, 3 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, anak yang mengalami stunting umumnya memiliki risiko lebih tinggi terserang berbagai penyakit. Karena itu, selain pemenuhan nutrisi, imunisasi dasar lengkap juga wajib diberikan sebagai perlindungan terhadap penyakit menular.

    Menurutnya, bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Merupakan kelompok yang berisiko mengalami stunting, sehingga membutuhkan perhatian khusus sejak hari-hari pertama kelahiran.

    Dinas Kesehatan Kaltim, juga terus mengampanyekan pentingnya ibu menyusui tetap memberikan ASI meski telah kembali bekerja.

    Salah satunya melalui edukasi mengenai teknik memerah atau pumping ASI agar dapat disimpan dan diberikan kepada bayi saat ibu berada di tempat kerja.

    Selain itu, Jaya mendorong seluruh instansi pemerintah maupun swasta menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui.

    Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar para ibu tetap dapat memerah ASI atau menyusui bayinya dengan nyaman.

    “Kami ingin masyarakat dan tempat kerja memberikan ruang bagi ibu menyusui. Ketika mereka perlu memerah ASI atau menyusui anaknya, harus diberikan kesempatan karena itu sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

    Dinkes Kaltim Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Jaya Mualimin Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    ArumOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Masjid yang berada di kawasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tak…

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.