Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon
    Artikel

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi lahan di salah satu kawasan Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, yang terlihat memiliki bagian lahan terbuka serta sejumlah bekas tebangan pohon. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Hutan kerap dipandang sebatas hamparan pepohonan yang menghijau. Padahal, keberadaannya memiliki fungsi yang jauh lebih luas bagi kehidupan manusia. Hutan menjadi habitat berbagai satwa, menjaga tata air, membantu menyerap karbon, sekaligus menyediakan sumber penghidupan bagi masyarakat.

    Ketika kawasan hutan terbakar atau mengalami penebangan, kerusakan yang terjadi tidak hanya terlihat dari pohon-pohon yang hilang. Ada rangkaian dampak lain yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan menyentuh kehidupan masyarakat di sekitarnya.

    Kebakaran hutan dan lahan dapat menghasilkan asap yang menurunkan kualitas udara. Dalam kondisi tertentu, asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

    Dampaknya juga dapat merambat ke aktivitas sosial. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat membatasi kegiatan di luar ruangan. Aktivitas sekolah, pekerjaan, perjalanan, hingga kegiatan masyarakat dapat ikut terganggu.

    Sementara itu, penebangan pohon secara berlebihan dapat mengurangi tutupan vegetasi yang berfungsi menahan air hujan dan menjaga struktur tanah. Ketika tutupan lahan semakin terbuka, air hujan lebih mudah mengalir di permukaan dan membawa lapisan tanah. Dalam kondisi tertentu, keadaan tersebut dapat meningkatkan risiko erosi, banjir maupun longsor.

    Kerusakan hutan juga mengancam kehidupan satwa. Hilangnya pepohonan dan habitat membuat ruang hidup satwa semakin terbatas. Satwa yang kehilangan habitatnya dapat berpindah ke kawasan lain, termasuk mendekati permukiman masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan konflik antara manusia dan satwa.

    Dari sisi ekonomi, masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya hutan juga dapat terkena dampaknya. Hasil hutan, lahan pertanian, perkebunan, hingga sumber air menjadi bagian dari ekosistem yang saling berkaitan. Ketika lingkungan mengalami kerusakan, produktivitas dan akses terhadap sumber daya tersebut dapat ikut berubah.

    Kerugian akibat kerusakan hutan juga tidak selalu dapat dihitung dalam waktu singkat. Pohon yang ditebang dapat digantikan melalui penanaman kembali, tetapi memulihkan fungsi ekologis hutan membutuhkan waktu jauh lebih panjang.

    Karena itu, persoalan kebakaran dan penebangan hutan bukan hanya tentang berapa banyak pohon yang hilang. Persoalannya menyangkut bagaimana masyarakat dapat mempertahankan kualitas lingkungan dan sumber kehidupan untuk jangka panjang.

    Upaya menjaga hutan dapat dimulai dari pencegahan kebakaran, pengawasan terhadap aktivitas penebangan, pemulihan lahan yang telah rusak, serta pemanfaatan kawasan secara lebih bertanggung jawab.

    Sebab, ketika hutan kehilangan fungsinya, dampaknya pada akhirnya kembali kepada manusia. Udara, air, tanah, kesehatan, aktivitas sosial hingga sumber penghasilan masyarakat semuanya memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan yang terjaga.

     

    Hutan karhutla Kebakaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    AminahOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang mengusulkan status bencana nasional…

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,383 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.