Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    Juli 9, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    Juli 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Stunting di Samarinda Turun 0,9%, BKKBN Kaltim Minta Kajian Lebih Mendalam
    Diskominfo Kaltim

    Stunting di Samarinda Turun 0,9%, BKKBN Kaltim Minta Kajian Lebih Mendalam

    LarasBy LarasJuli 10, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi tenaga kesehatan dalam pemeriksaan anak dan orang tua di fasilitas kesehatan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 angka stunting di Kota Samarinda mengalami penurunan sebesar 0,9 persen, yang semula berada di angka 25,3 persen menjadi 24,4 persen di tahun 2023. Penurunan angka stunting ini disambut dengan baik oleh berbagai pihak.

    Teks: Ilustrasi pengukuran dan penimbangan bayi balita

    Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto turut mengapresiasi perolehan positif ini yang merupakan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

    Kendati demikian, ia menyoroti perolehan yang bahkan belum menyentuh angka satu persen tersebut. Menurutnya, diperlukan kajian dan analisis lebih mendalam apa yang menjadi sebab kurang signifikannya penurunan stunting di Kota Samarinda.

    “Kita perlu mengkaji dan menganalisis lebih dalam mengapa penurunan ini masih 0,9%,” sebutnya seusai menghadiri Festival Bangga Kencana II di Gor Segiri Samarinda.

    Lebih rinci, Sunarto mengungkapkan jika hanya terpaku pada angka penurunan saja, tidaklah bijak. Melihat dari keseluruhan sisi diperlukan guna tidak bias terhadap data. Ia menekankan pentingnya membandingkan intervensi dan sasaran.

    Intervensi yang dilakukan bergotong royong antarpihak bisa saja mengalami kesalahan dalam penerapannya. Ia menjelaskan terdapat kesalahan sasaran yang ikut dalam intervensi yang dilakukan.

    “Kita juga harus perhatikan data itu bersama dengan data lainnya yaitu ternyata ada bayi yang overweight atau kegemukan dan ketika melihat kedua angka itu bisa jadi salah intervensi artinya sasaran target tersebut tidak tepat,” jelasnya.

    Hal ini terjadi, sebab beberapa pihak berusaha mempercepat proses penurunan stunting dengan memasukkan semua target bayi balita berusia 0-5 tahun tanpa menekankan pada target sebenarnya.

    Selain itu, muncul pertanyaan dalam benaknya terkait SKI. Angka 0,9 persen tersebut, menurut Sunarto masih memiliki kekurangan. Misalnya sampel yang diambil apakah telah mencakup keseluruhan bayi balita di wilayah Samarinda atau tidak.

    “Kita harus tahu persis bahwa sampelnya itu ada di mana apakah blok sampel itu cukup atau blok sampel tersebut mewakili dari suatu wilayah atau tidak,” tuturnya.

    BKKBN Kaltim Stunting Sunarto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    Juli 2, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Risiko Bencana Samarinda Rendah, Ketahanan Daerah Masuk Kategori Tinggi

    Nur AjijahJuli 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso menyebut, indeks risiko…

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    APBD Jadi Batu Sandungan, Kenaikan Gaji Ribuan Pasukan Kuning Samarinda Belum Pasti

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    MotoGP Jerman 2026 Bergulir, Selisih 25 Poin Warnai Perebutan Puncak Klasemen

    Juli 9, 2026
    1 2 3 … 3,202 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.