Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Nilai Impor Turun 63 Persen pada Mei 2026, Surplus Perdagangan Tembus 1,51 Miliar Dolar AS

    Juli 2, 2026

    Sempat Tertunda, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Pengesahan Raperda Kepemudaan Tahun Ini

    Juli 2, 2026

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    Juli 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu
    Kesehatan

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    R’syaBy R’syaJuli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda, Kamis, 2 Juli 2026 (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda Deasy Evriyani mengatakan, sinkronisasi data posyandu menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat upaya penanganan stunting.

    Melalui pembenahan data, pemerintah menargetkan peningkatan kehadiran balita ke posyandu sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.

    Deasy menjelaskan, selama ini berbagai inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan capaian tersebut, termasuk dukungan melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Namun, masih terdapat persoalan yang menjadi kendala, yakni belum sinkronnya data sasaran di lapangan.

    “Yang masih perlu kita tingkatkan adalah angka D/S. Targetnya 85 persen, tetapi masih sulit dicapai karena ada beberapa kebijakan yang belum sinkron, salah satunya terkait data,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda, Kamis, 2 Juli 2026.

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPPKB bersama Dinas Kesehatan, Bapperida, Dinas Sosial, Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu membentuk gerakan satu data posyandu.

    Melalui langkah ini, seluruh data sasaran diharapkan menggunakan acuan yang sama sehingga memudahkan pelaksanaan intervensi.

    Saat ini, lanjut Deasy, pemerintah telah menghimpun data riil dari sekitar 750 posyandu di Kota Samarinda. Data tersebut masih dalam proses penyempurnaan sebelum ditetapkan sebagai data resmi. Dalam waktu dekat, proses verifikasi akan melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, puskesmas, hingga posyandu untuk mengonfirmasi jumlah sasaran di setiap wilayah.

    “Insyaallah nanti tidak ada lagi perbedaan data jumlah posyandu maupun jumlah sasaran. Kalau datanya sudah sama, maka untuk mencapai angka D/S 85 persen akan lebih mudah,” yakinnya.

    Ia menerangkan, data posyandu bersifat dinamis karena selalu mengalami perubahan, baik akibat perpindahan domisili, anak yang telah melewati usia balita, maupun perubahan status ibu dari hamil menjadi menyusui. Karena itu, pembaruan data harus dilakukan secara berkala agar tetap akurat.

    Pendataan yang dilakukan tidak hanya mencakup jumlah bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui, tetapi juga kondisi sarana prasarana serta jumlah kader di setiap posyandu. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi camat dan lurah selaku pembina posyandu untuk melakukan pembinaan dan pemantauan.

    Selain pembenahan data, Deasy menyebut prevalensi stunting di Kota Samarinda juga menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting pada 2024 tercatat sebesar 20,3 persen. Sementara pada 2025, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angkanya turun menjadi 17,13 persen.

    Meski demikian, ia mengingatkan kedua angka tersebut berasal dari sumber data yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh balita, terutama yang berisiko maupun telah mengalami stunting, mendapatkan layanan posyandu secara optimal.

    “Jangan sampai anak-anak yang sudah stunting tidak terlayani dengan baik. Itu yang terus kami dorong melalui pembenahan data dan penguatan posyandu,” tutupnya.

     

    Deasy Evriyani DPPKB DPPKB Kota Samarinda Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tekan Peredaran Miras Ilegal di Samarinda

    Juli 2, 2026

    Deteksi Dini, Kunci Menekan Penularan HIV dan TBC

    Juli 2, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Ancaman PHK, Inflasi hingga Keselamatan Alur Sungai Mahakam

    Juli 2, 2026

    Tanah Pemkot Samarinda Masih Dalam Proses Sertifikasi, BPKAD Percepat Sertifikasi 1.700 Aset

    Juli 1, 2026

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Juli 1, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    Juni 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Nilai Impor Turun 63 Persen pada Mei 2026, Surplus Perdagangan Tembus 1,51 Miliar Dolar AS

    Nur AjijahJuli 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, nilai impor provinsi…

    Sempat Tertunda, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Pengesahan Raperda Kepemudaan Tahun Ini

    Juli 2, 2026

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    Juli 2, 2026

    Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tekan Peredaran Miras Ilegal di Samarinda

    Juli 2, 2026

    Deteksi Dini, Kunci Menekan Penularan HIV dan TBC

    Juli 2, 2026
    1 2 3 … 3,186 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.