Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu
    Kesehatan

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    R’syaBy R’syaJuli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda, Kamis, 2 Juli 2026 (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda Deasy Evriyani mengatakan, sinkronisasi data posyandu menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat upaya penanganan stunting.

    Melalui pembenahan data, pemerintah menargetkan peningkatan kehadiran balita ke posyandu sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.

    Deasy menjelaskan, selama ini berbagai inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan capaian tersebut, termasuk dukungan melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Namun, masih terdapat persoalan yang menjadi kendala, yakni belum sinkronnya data sasaran di lapangan.

    “Yang masih perlu kita tingkatkan adalah angka D/S. Targetnya 85 persen, tetapi masih sulit dicapai karena ada beberapa kebijakan yang belum sinkron, salah satunya terkait data,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda, Kamis, 2 Juli 2026.

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPPKB bersama Dinas Kesehatan, Bapperida, Dinas Sosial, Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu membentuk gerakan satu data posyandu.

    Melalui langkah ini, seluruh data sasaran diharapkan menggunakan acuan yang sama sehingga memudahkan pelaksanaan intervensi.

    Saat ini, lanjut Deasy, pemerintah telah menghimpun data riil dari sekitar 750 posyandu di Kota Samarinda. Data tersebut masih dalam proses penyempurnaan sebelum ditetapkan sebagai data resmi. Dalam waktu dekat, proses verifikasi akan melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, puskesmas, hingga posyandu untuk mengonfirmasi jumlah sasaran di setiap wilayah.

    “Insyaallah nanti tidak ada lagi perbedaan data jumlah posyandu maupun jumlah sasaran. Kalau datanya sudah sama, maka untuk mencapai angka D/S 85 persen akan lebih mudah,” yakinnya.

    Ia menerangkan, data posyandu bersifat dinamis karena selalu mengalami perubahan, baik akibat perpindahan domisili, anak yang telah melewati usia balita, maupun perubahan status ibu dari hamil menjadi menyusui. Karena itu, pembaruan data harus dilakukan secara berkala agar tetap akurat.

    Pendataan yang dilakukan tidak hanya mencakup jumlah bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui, tetapi juga kondisi sarana prasarana serta jumlah kader di setiap posyandu. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi camat dan lurah selaku pembina posyandu untuk melakukan pembinaan dan pemantauan.

    Selain pembenahan data, Deasy menyebut prevalensi stunting di Kota Samarinda juga menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting pada 2024 tercatat sebesar 20,3 persen. Sementara pada 2025, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angkanya turun menjadi 17,13 persen.

    Meski demikian, ia mengingatkan kedua angka tersebut berasal dari sumber data yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh balita, terutama yang berisiko maupun telah mengalami stunting, mendapatkan layanan posyandu secara optimal.

    “Jangan sampai anak-anak yang sudah stunting tidak terlayani dengan baik. Itu yang terus kami dorong melalui pembenahan data dan penguatan posyandu,” tutupnya.

     

    Deasy Evriyani DPPKB DPPKB Kota Samarinda Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026

    36 Pekerjaan 2025 Lewati Tahun Anggaran, Sekda Kaltim Pastikan Pembayaran Sesuai Progres

    September 30, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Ratu ArifanzaOktober 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda mengaku belum menerima pembaruan terbaru mengenai proses…

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,371 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.