Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda
    Kesehatan

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    IraBy IraJuli 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terhadap penurunan angka stunting di daerah tersebut masih belum dapat diukur.

    Pasalnya, sasaran program selama ini, lebih banyak menyentuh anak sekolah dan belum secara khusus ditujukan untuk kelompok yang berisiko mengalami stunting.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih, menjelaskan, pelaksanaan MBG yang telah berjalan lebih dari satu tahun. Belum bisa dijadikan indikator penurunan stunting, karena cakupan penerima manfaatnya masih bersifat umum.

    “Kalau sekarang MBG masih menyasar anak sekolah secara umum, sehingga dampaknya terhadap stunting belum bisa dilihat. Belum bisa disampaikan apakah ada penurunan atau tidak,” ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.

    Menurut Ismid, penilaian terhadap efektivitas program baru dapat dilakukan. Setelah sasaran MBG diarahkan kepada kelompok yang lebih spesifik, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi atau balita yang menjadi kelompok prioritas, dalam upaya pencegahan stunting.

    Ia mengatakan, mulai bulan ini pemerintah mulai memfokuskan pelaksanaan MBG kepada kelompok yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil (bumil), bayi, dan ibu menyusui.

    Kelompok tersebut dinilai menjadi sasaran paling strategis dalam memutus rantai stunting sejak masa awal kehidupan.

    “Dengan sasaran yang lebih tepat, nantinya dampak program terhadap penurunan stunting akan lebih mudah dievaluasi. Saat ini masih terlalu dini untuk menyimpulkan hasilnya,” katanya.

    Dinkes Samarinda pun akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program tersebut sembari menjalankan berbagai intervensi gizi lainnya sebagai bagian dari upaya menekan prevalensi stunting di Kota Tepian.

     

    Dinkes Samarinda Ismid Kusasih Program MBG Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    TPP ASN Belum Cair, Dinkes Kaltim Minta Rumah Sakit Koordinasi dengan Bank

    September 9, 2026

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026

    Pola Makan Keluarga Jadi Penentu Tumbuh Kembang dan Prestasi Anak

    September 8, 2026

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    PWI Kaltim Dorong Gaya Hidup Sehat Wartawan Lewat Porwada

    September 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.