Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Samarinda Helmi Abdullah mulai memanaskan mesin politik menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda. Helmi terus memperkuat infrastruktur partai hingga tingkat rukun tetangga (RT) sebagai fondasi membangun dukungan politik sekaligus meningkatkan elektabilitas.
Strategi itu ditempuh seiring arahan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta para ketua partai di daerah berperan sebagai panglima perang dan siap maju dalam kontestasi kepala daerah.
Pesan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai instruksi politik, tetapi juga mandat untuk memastikan kader Gerindra hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
“Pak Prabowo menyampaikan bahwa kami, para ketua partai di daerah, adalah panglima perang. Tugas kami bukan hanya memenangkan partai, tetapi juga membangun daerah. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, kami harus hadir. Ketika ada aspirasi yang perlu diperjuangkan, kami harus turun tangan. Dan ketika pemilihan kepala daerah tiba, para panglima perang diwajibkan maju di daerahnya masing-masing,” ujar Helmi, Senin, 13 Juli 2026.
Ketua Umum Gerindra juga menegaskan akan memberikan dukungan penuh kepada kader yang mendapat amanah memimpin daerah.
“Beliau menyampaikan siap berada di belakang para panglima perang yang dipercaya masyarakat menjadi kepala daerah untuk bersama-sama membesarkan daerahnya,” katanya.
Meski demikian, saat ini fokus utamanya masih membangun kekuatan organisasi, bukan berbicara soal pencalonan. DPC Gerindra Samarinda tengah melakukan pembenahan struktur organisasi hingga tingkat anak ranting dengan target seluruh 1.971 RT di Kota Samarinda memiliki kepengurusan.
“Alhamdulillah sekarang kami sedang membenahi struktur sampai tingkat RT. Seluruh RT yang belum memiliki anak ranting akan kami lengkapi sehingga Gerindra benar-benar memiliki jaringan yang kuat sampai ke masyarakat,” ungkapnya.
Penguatan organisasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menyerap persoalan masyarakat secara langsung sekaligus merumuskan program yang sesuai kebutuhan warga.
“Kami turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat, mengetahui keluhan mereka, dan mencari tahu program apa yang benar-benar dibutuhkan. Kalau nanti memang ada kesempatan maju sebagai wali kota, program-program itu akan menjadi dasar penyusunan visi pembangunan,” jelasnya.
Helmi juga memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan mengubah program yang telah terbukti berhasil hanya demi membangun identitas politik baru.
Ia secara terbuka mengapresiasi sejumlah program Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun yang juga merupakan kader Gerindra.
“Hari ini Pak Andi Harun adalah kader Gerindra. Program-program beliau mendapat respons yang cukup positif dari masyarakat, terutama Pro Bebaya. Saya tidak akan malu mencontoh program yang memang terbukti baik. Justru program yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat harus dilanjutkan, kemudian disempurnakan dengan berbagai aspirasi yang kami serap di lapangan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa apabila dipercaya maju pada Pilwali mendatang, Helmi akan mengedepankan konsep keberlanjutan pembangunan dibanding melakukan perubahan secara menyeluruh.
Namun demikian, seluruh proses politik masih berada pada tahap awal. Prioritas utamanya saat ini adalah membangun kedekatan dengan masyarakat dan memperkuat pengenalan publik terhadap dirinya.
“Sekarang fokus kami bekerja dulu, bersosialisasi, memperkenalkan diri kepada masyarakat, dan memastikan Gerindra hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Peluang memperoleh rekomendasi partai tidak hanya ditentukan oleh posisi sebagai ketua DPC, tetapi juga bergantung pada tingkat penerimaan masyarakat yang diukur melalui survei elektabilitas.
Karena itu, aktivitas politiknya ke depan akan lebih banyak diarahkan pada kerja-kerja lapangan dibanding manuver politik di tingkat elite.
“Ke depan tentu akan ada survei, baik survei internal maupun lembaga independen. Harapan kami nama Helmi Abdullah mulai muncul dalam survei tersebut. Di Gerindra, hasil survei menjadi salah satu ukuran penting. Karena itu saya harus mulai bekerja dari sekarang, turun langsung ke masyarakat agar memiliki modal berupa dukungan publik,” tegasnya.

