Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen
    Kesehatan

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    IraBy IraJuli 14, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitelaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Angka prevalensi stunting di Kota Samarinda terus menunjukkan tren penurunan, dari 20 persen menjadi 17,13 persen pada 2025. Prevalensi stunting berhasil ditekan tersebut, lebih rendah dari target nasional sebesar 18 persen.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Ismid Kusasih mengatakan, capaian tersebut menjadi indikator. Bahwa upaya penanganan stunting di Kota Tepian, berjalan sesuai jalur yang telah direncanakan.

    “Alhamdulillah angka stunting kita turun. Semoga, terus menurun,”ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, capaian tersebut berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), yang digunakan sebagai acuan pemantauan kondisi stunting di daerah.

    Menurut Ismid, keberhasilan menurunkan angka stunting. Tidak hanya menjadi hasil kerja Dinas Kesehatan, tetapi merupakan buah kolaborasi lintas sektor di bawah koordinasi pemerintah daerah.

    “Penanganan stunting ini bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Semua perangkat daerah terlibat sesuai tugas masing-masing. Karena itu penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

    Berdasarkan data Dinkes Samarinda, tren prevalensi stunting dalam beberapa tahun terakhir terus membaik. Meski sempat mengalami fluktuasi, pada masa pandemi Covid-19.

    Pada 2020 angka stunting tercatat sebesar 24,7 persen, kemudian turun menjadi 21,6 persen pada 2021.

    Angka tersebut kembali meningkat menjadi 25,3 persen pada 2022, lalu menurun menjadi 24,4 persen pada 2023, 20,3 persen pada 2024, hingga mencapai 17,13 persen pada 2025.

    Ismid berharap, tren positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan intervensi spesifik dan sensitif. Termasuk peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda.

    Dinkes Samarinda Ismid Kusasih PPGBM Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    TPP ASN Belum Cair, Dinkes Kaltim Minta Rumah Sakit Koordinasi dengan Bank

    September 9, 2026

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026

    Pola Makan Keluarga Jadi Penentu Tumbuh Kembang dan Prestasi Anak

    September 8, 2026

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    PWI Kaltim Dorong Gaya Hidup Sehat Wartawan Lewat Porwada

    September 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.