Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    Juni 13, 2026

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Niat Cari Pekerjaan di Samarinda, Beni Justru Disekap dan Dicurigai Mencuri
    Daerah

    Niat Cari Pekerjaan di Samarinda, Beni Justru Disekap dan Dicurigai Mencuri

    AdminBy AdminDesember 27, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Berdasarkan informasi, terjadi penyekapan yang dilakukan oleh 3 orang pemuda di dalam sebuah mobil mobilio putih dengan nomor polisi KT 1337 ZC, Jum’at (27/12/2019).

    Aksi ini dilakukan atas dasar kecurigaan seorang wanita, sebut saja Bunga, kepada temannya Beni (27) yang asalnya dari luar pulau Kalimantan, kemudian menginap di rumah Bunga. BS datang ke Samarinda dengan tujuan untuk mencari pekerjaan.
    Namun, pada hari Kamis (26/12/2019), pukul 05.00 Wita, Beni meninggalkan rumah Bunga tanpa memberi kabar apapun.

    Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu IPDA M Ridwan mengatakan, penyekapan tersebut dilakukan karena kecurigaan terhadap Beni yang diduga telah mengambil 2 handphone Oppo dan Vivo serta 7 pasang sendal juga sepatu yang ada di rumah Bunga.
    “Kejadiannya di perumahan guru Jalan Abdul Wahab Syahrani, pemilik mencurigai Beni sebagai pelakunya karena dia menginap di rumah tersebut. Atas kehilangan itu, Beni juga tidak bisa dihubungi, dia (Bunga) meminta tolong kepada saudaranya untuk mencari Beni,” ungkap Ridwan.
    Lalu, pada hari Jum’at (27/12/2019), sekitar jam 11.45 Wita, Beni ditemukan di Jalan Lambung Mangkurat.

    “Karena Beni dikhawatirkan mau melarikan diri, akhirnya dia diikat menggunakan tali rafia dan matanya ditutup dengan sepasang kaus kaki hitam yang diikat memanjang menjadi satu,” terangnya.
    Diketahui, mobil mobilio yang membawa Beni sempat melewati Jalan Antasari untuk menuju ke Jalan Abdul Wahab Syahrani.
    “Namun di perjalanan, simpang Air Putih tepatnya di lampu merah, saudara Beni berteriak. Sehingga mengundang perhatian pengguna jalan yang disampingnya, dan menyebutkan ada penyekapan atau begal yang ada disitu. Namun itu tidak benar,” jelasnya.
    Atas itulah, mobil tersebut diikuti oleh pengendara lain.
    “Kebetulan ada mobil Sabhara Polresta Samarinda yang lewat dan memberhentikan mobil itu. Dan benar saja, ada orang yang diikat di dalam mobil, sehingga 3 orang yang ada di dalam mobil diamankan oleh pihak kepolisian,” paparnya.

    Ketika diamankan, dan disuruh tiarap di trotoar jalan, masyarakat memfoto, memvideokan, dan meng-upload.
    “Inilah yang menjadi dasar adanya hoax penculikan anak, kami dari kepolisian menyatakan bahwa itu berita yang tidak benar,” tegasnya.
    Untuk 3 orang yang menyekap Beni, IPDA Ridwan menyampaikan bahwa mereka adalah saudara dari yang kehilangan barang.
    “Tujuan penyekapan, untuk membawa Beni ke rumah itu,” sambungnya.
    Untuk kasus yang akan diperiksa, kasus pencurian hp akan ada laporan sendiri dan penyekapan juga sendiri.
    “Karena kasus berbeda, waktu dan tempatnya berbeda, pelakunya juga. Tetapi kasus pencurian hp belum ada bukti serta saksi bahwa Beni yang mengambil, cuma kecurigaan orang karena Beni sempat menginap dan keluar,” katanya.
    Terkait tindakan penyekapan, Ridwan menyampaikan bahwa hal tersebut berlebihan.
    “Itu tindakan yang  berlebihan dari keluarga yang barangnya merasa hilang. Kepada kepolisian juga, Beni tidak mengaku bahwa dirinya yang mengambil barang yang hilang. Sehingga statusnya saat ini adalah korban dari penyekapan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    TAG Kaltim Digugat ke PTUN Samarinda, Persoalkan Jumlah dan Anggaran Rp10,7 Miliar

    Juni 11, 2026

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    Juni 6, 2026

    Pengembangan Perkara TPPU Bergulir, Rita Desak KPK Teliti Seluruh Fakta dan Dokumen

    Juni 6, 2026

    Polisi Ringkus Residivis Pembobol Rumah di Samarinda, Uang Rp85 Juta hingga Emas Logam Mulia Digondol

    Juni 4, 2026

    PTTUN Jakarta Menangkan Kubu Teguh Sumarno, PGRI Kaltim Minta Konflik Internal Disudahi

    Juni 1, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    SittiJuni 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang Pemilu…

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.