Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Hukum»Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat
    Hukum

    Rita Widyasari, Perusahaan Keluarga Sudah Berdiri Sebelum Saya Menjabat

    R’syaBy R’syaJuni 6, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Rita Widyasari (Foto IST)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengatakan perusahaan keluarga yang kini menjadi objek pengembangan perkara KPK telah beroperasi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah.

    Karena itu, ia meminta asal-usul aset dan sumber pendapatan perusahaan ditelusuri secara adil berdasarkan fakta serta dokumen yang ada.

    Rita menjelaskan, PT Sinar Kumala Naga (SKN), PT Alamjaya Barapratama (ABP) dan PT Bara Kumala Sakti (BKS) telah beroperasi sejak 2006 dan merupakan perusahaan milik keluarga. PT SKN merupakan perusahaan yang dimilikinya bersama keluarga, sementara PT ABP sepenuhnya milik kakaknya dan PT BKS milik orang tuanya.

    “Saat menerima hasil usaha itu, semuanya terkait PT Sinar Kumala Naga yang memang milik saya dan keluarga. Sedangkan PT Alamjaya sepenuhnya milik kakak saya dan saya tidak pernah menerima apa pun dari sana,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.

    Rita menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam rapat umum pemegang saham maupun operasional perusahaan-perusahaan tersebut. Ia juga mengklaim pernah menghentikan operasional PT ABP dan PT BKS saat menjabat bupati karena persoalan lingkungan.

    Selain itu, Rita membantah kepemilikan 110 mobil mewah dan uang tunai lebih dari Rp360 miliar yang disebut dalam proses penyidikan KPK. Ia menyatakan aset dan dana yang disita bukan miliknya.

    “Yang paling menyedihkan, saya dituduh menerima uang dari usaha milik saya sendiri. Berita yang viral menyebutkan ada 110 mobil, padahal tak ada satu pun milik saya. Uang disita Rp360 miliar lebih itu juga bukan milik saya,” tegasnya.

    Rita juga membantah memiliki hubungan bisnis maupun personal dengan sejumlah pihak yang disebut dalam penyidikan. Menurutnya, jika terdapat kerja sama antara perusahaan keluarga dengan pihak lain, hubungan tersebut merupakan kerja sama bisnis antarkorporasi yang tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai kepala daerah.

    Di akhir keterangannya, Rita meminta perlindungan hukum atas hak-haknya sebagai warga negara dan berharap penanganan perkara dilakukan secara adil dengan memperhatikan asal-usul kepemilikan aset serta perusahaan yang dipersoalkan.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026

    Jahidin Soroti Dugaan Permainan Lelang Proyek, Minta Polda dan Kejati Kaltim Turun Tangan

    Agustus 10, 2026

    Kemkomdigi Tegur YouTube usai Live Promosi Vape oleh Bigmo Libatkan Anak

    Agustus 5, 2026

    Jaringan Kalbar–Kaltim Terus Diburu, BNNP Kaltim Musnahkan Satu Kilogram Sabu

    Agustus 5, 2026

    Curanmor Dominasi Kasus Kriminal di Samarinda, Kapolresta Soroti Faktor Ekonomi

    Juli 18, 2026

    15 Tahun Menanti Sertifikat Rumah, Sengketa Nasabah dan BTN Belum Temui Titik Terang

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    AminahSeptember 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Peta koalisi menuju Pemilihan Wali Kota Samarinda 2029 masih cair. Partai Gerindra…

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    September 21, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    Harga Sawit Kaltim Menguat, Pendapatan Petani Berpeluang Naik

    September 21, 2026
    1 2 3 … 3,356 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.