Insitekaltim, Samarinda – Peta koalisi menuju Pemilihan Wali Kota Samarinda 2029 masih cair. Partai Gerindra belum mengunci pasangan maupun partai yang akan menjadi mitra koalisi, termasuk wacana kembali berduet dengan PDI Perjuangan.
Ketua DPC Gerindra Samarinda Helmi Abdullah mengatakan pembicaraan mengenai duet masih terlalu dini untuk dipastikan. Gerindra memilih membuka komunikasi dengan seluruh partai politik di parlemen sembari menunggu mekanisme internal partai berjalan.
“Kalau bicara duet, saya bilang masih panjang. Duet itu nanti ada mekanismenya tapi yang namanya partai politik, semua bisa saja terjadi,” kata Helmi, Senin 21 September 2026.
Pernyataan tersebut membuka ruang bahwa Gerindra belum menempatkan PDIP sebagai satu-satunya opsi. Helmi menyebut komunikasi politik akan menjadi penentu arah koalisi, termasuk dengan partai-partai lain yang memiliki kursi di parlemen.
“Tidak menutup kemungkinan dengan semua partai karena dinamikanya nanti ujungnya komunikasi politik yang jalan. Jadi bukan hanya dengan kader PDIP saja,” ujarnya.
Gerindra sebelumnya telah menyepakati Helmi sebagai bakal calon Wali Kota Samarinda untuk kontestasi 2029. Keputusan itu lahir dari konsolidasi internal DPC dan mendapat persetujuan struktur partai di tingkat lebih tinggi.
Dengan posisi tersebut, persoalan berikutnya bukan lagi sekadar siapa yang didorong Gerindra sebagai calon wali kota, tetapi bagaimana membangun konfigurasi koalisi untuk memenuhi kebutuhan pencalonan sekaligus menentukan pasangan yang akan diusung.
Helmi mengatakan kesamaan visi, misi dan program akan menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun koalisi.
“Yang pertama, satu visi-misinya sama enggak, dua programnya sama enggak. Kita bikin program, mereka bikin program di sana, oh sama, bisa. Kalau enggak, ya enggak bisa juga,” katanya.
Peluang Gerindra kembali bersama PDIP pun tidak ditutup. Namun, Helmi menegaskan belum ada keputusan mengenai pasangan maupun komposisi koalisi.
“Saya kira tidak menutup kemungkinan,” ujarnya.
Menurut Helmi, konfigurasi politik Pilwali Samarinda masih sangat mungkin berubah karena tidak semua partai akan mengusung kadernya sendiri. Karena itu, komunikasi lintas partai dinilai menjadi bagian penting sebelum masing-masing partai menentukan sikap.
“Pada akhirnya nanti pasti koalisi dengan partai politik juga,” katanya.
Di tingkat lokal, komunikasi antarpartai disebut tetap berjalan. Helmi mengungkapkan pertemuan pimpinan sejumlah partai di Samarinda masih berlangsung sebagai bagian dari komunikasi politik.
“Jadi hari ini kita komunikasi dengan semua partai. Komunikasi harus jalan, komunikasi yang baik dengan semua,” ucapnya.
Namun, komunikasi di tingkat daerah belum berarti keputusan koalisi telah ditetapkan. Helmi menyebut keputusan akhir tetap mengikuti mekanisme berjenjang di internal Gerindra, mulai dari DPC, DPD hingga DPP.
“Yang jelas nanti tetap komunikasinya dengan di tingkatan yang lebih atas. Mekanismenya ada di partai masing-masing. Nanti kami DPC ke DPD, DPD nanti ke pusat. Pusatlah nanti yang akan menentukan,” tegasnya.

