Insitekaltim, Samarinda – Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang Pemilu dan Pilkada 2029.
Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Demokrat Kaltim yang digelar di Hotel Mercure Samarinda Jumat, 12 Juni 2026, bukan hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan partai, tetapi juga momentum konsolidasi untuk menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.

Plt Ketua DPD Demokrat Kaltim Bambang Soepriyadi menjadi figur yang paling kuat disebut akan memimpin partai berlambang mercy tersebut di Benua Etam. Meski proses verifikasi calon masih berlangsung, peluang Bambang dinilai terbuka lebar.
“Nanti hasil verifikasinya akan diumumkan. Kalau memang calon tunggal tentu mekanismenya berbeda. Semua akan diketahui pada akhir Musda,” kata Bambang
Dirinya bukan sosok yang datang dari luar daerah sebagaimana anggapan sebagian kader maupun masyarakat. Ia lahir di Balikpapan dan menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di Kaltim.
“Orang menganggap saya dari pusat karena status saya sebagai Plt dari DPP. Padahal saya lahir di Balikpapan, sekolah di Kaltim, bahkan pernah menjadi ASN di Kutai Timur sampai tahun 2018,” ujarnya.
Musda kali ini juga mendapat perhatian dari Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Irwan Fecho. Mantan anggota DPR RI asal Kaltim itu menilai Demokrat membutuhkan kepemimpinan yang mampu memperkuat konsolidasi sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai.
Menurut Irwan, Bambang memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang dan memahami karakter politik Kalimantan Timur.
“Mas Bambang sudah lebih dari 10 tahun berkiprah di Demokrat. Sebelumnya beliau juga Wakil Ketua DPD dan sekarang menjabat Plt Ketua DPD. Saya meyakini kepemimpinannya bisa lebih tertata dan manajerialnya lebih baik,” katanya.
Irwan berharap kepemimpinan baru Demokrat Kaltim nantinya mampu memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama di tengah dinamika pembangunan daerah yang semakin kompleks setelah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Harapan-harapan masyarakat, keresahan masyarakat, hingga tujuan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur harus bisa diperjuangkan oleh Partai Demokrat,” ujarnya.
Di sisi lain, Demokrat juga melakukan evaluasi terhadap hasil-hasil politik sebelumnya, perubahan strategi menjadi kebutuhan apabila partai ingin kembali memperkuat posisi politiknya pada Pemilu dan Pilkada 2029.
Ia menyinggung masih adanya praktik pragmatisme politik yang menjadi tantangan dalam kontestasi elektoral di berbagai daerah.
“Saya lima tahun di DPR RI membangun untuk Kalimantan Timur. Tapi memang kita harus mengoreksi beberapa strategi, termasuk dalam penetapan dan penyusunan calon-calon yang akan diusung,” katanya.
Demokrat harus mampu masuk ke dalam pusaran kekuasaan apabila ingin lebih efektif memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Bagi kami, untuk membawa Kalimantan Timur lebih baik, tentu kami harus bisa masuk dalam pusaran kekuasaan. Artinya harus terpilih. Karena itu strategi menuju 2029 akan kami siapkan lebih matang,” tegasnya.

