Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, hipertensi menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi yang ditemukan dan ditangani di wilayah tersebut. Kasus penyakit tidak menular masih menjadi tantangan kesehatan di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, jumlah penderita hipertensi yang telah terjangkau layanan kesehatan mencapai hampir 200 ribu orang.
“Kalau untuk hipertensi memang kasusnya paling tinggi di Provinsi Kaltim. Ada sekitar 200.000 yang sudah dijangkau oleh kita,” ujar Jaya di Gedung DPRD Kaltim, Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, pengendalian hipertensi menjadi salah satu indikator kinerja utama sektor kesehatan di daerah. Pemerintah menargetkan, sedikitnya 90 persen penderita hipertensi. Dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai, untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Selain hipertensi, diabetes melitus menjadi penyakit tidak menular dengan jumlah kasus terbanyak kedua di Kalimantan Timur. Sementara itu, penyakit jantung dan stroke berada pada urutan berikutnya.
“Diabetes melitus urutan kedua. Setelah itu penyakit jantung dan stroke,” katanya.
Tingginya angka kasus penyakit tidak menular tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Hipertensi dan diabetes diketahui merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Dinkes Kalimantan Timur terus mendorong masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala serta menerapkan pola hidup sehat guna menekan angka kejadian penyakit tidak menular yang masih mendominasi layanan kesehatan di daerah tersebut.

