Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PHK Sektor Tambang Bertambah, 560 Warga Samarinda Ajukan Kartu Pencari Kerja

    July 24, 2026

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Fraksi PDIP Kaltim keluhkan Jalan Rusak, Sawit dan Izin Rumah Ibadah
    DPRD Kaltim

    Fraksi PDIP Kaltim keluhkan Jalan Rusak, Sawit dan Izin Rumah Ibadah

    SittiBy SittiAugust 4, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Fraksi PDIP, H. Baba
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalimantan Timur menyoroti sejumlah persoalan krusial yang belum tertangani di berbagai daerah pemilihan. Hal ini terungkap dalam laporan hasil reses masa sidang II tahun 2025 yang disampaikan Anggota Fraksi PDIP H Baba, dalam Rapat Paripurna Ke-28 di Gedung Utama DPRD Kaltim, Senin 4 Agustus 2025.

    Dalam laporan tersebut, Fraksi PDIP menyebut persoalan infrastruktur jalan desa dan penghubung antarwilayah sebagai keluhan utama warga, terutama di Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara. Kerusakan jalan disebut menghambat pergerakan ekonomi dan distribusi hasil pertanian.

    “Kondisi jalan yang rusak parah bukan hanya memperlambat distribusi hasil bumi, tapi juga membatasi akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan,” tegas H Baba dalam laporannya.

    Tak hanya infrastruktur, isu pertanian juga menjadi perhatian. Fraksi PDIP menilai program bantuan dan dukungan sarana prasarana dari pemerintah pusat belum menyentuh secara merata masyarakat petani lokal. Jalan usaha tani, irigasi dan alat produksi belum memadai.

    “Kami menyerap aspirasi petani yang mengeluhkan sulitnya mengakses bantuan langsung. Pemerintah diminta lebih berpihak pada petani kecil, bukan hanya korporasi,” ujarnya.

    Kekhawatiran serius juga disampaikan warga terkait dampak ekspansi perkebunan sawit. Menurut H Baba, di beberapa kabupaten seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, warga menolak perluasan kebun sawit karena dianggap merusak lingkungan dan mengurangi sumber air bersih.

    “Warga melihat sendiri, setelah sawit masuk, mata air berkurang, tanah jadi kering, dan kualitas air menurun. Ini bukan isu baru, tapi makin terasa dampaknya,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Fraksi PDIP juga menyoroti ancaman konversi lahan produktif akibat pertambangan batu bara dan perkebunan. Perubahan fungsi lahan secara besar-besaran disebut sebagai penyebab berkurangnya area persawahan dan rawan bencana lingkungan.

    “Alih fungsi lahan yang tidak terkendali bisa jadi bom waktu. Masyarakat pedesaan yang paling terdampak,” imbuhnya.

    Masalah sosial dan keagamaan pun mencuat dari hasil kunjungan para anggota fraksi. Warga meminta perhatian serius atas isu kemiskinan, angka stunting, dan sarana ibadah. Banyak rumah ibadah yang butuh renovasi namun belum mendapat bantuan pemerintah.

    “Kami temukan kendala teknis dalam pengurusan izin mendirikan rumah ibadah. Prosedur yang rumit membuat banyak tempat ibadah belum punya legalitas jelas, padahal eksis sejak lama,” kata H Baba.

    Dalam penutup laporannya, Fraksi PDIP mendesak pemerintah provinsi agar serius menindaklanjuti hasil reses sebagai masukan pokok dalam penyusunan program pembangunan. H Baba menekankan bahwa laporan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi langsung aspirasi konstituen.

    “Kami tidak ingin laporan ini hanya jadi arsip. Ini suara rakyat yang harus masuk dalam perencanaan APBD dan program nyata,” tandasnya.

    Laporan reses Fraksi PDIP disusun berdasarkan hasil kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing anggota selama periode 1–8 Juli 2025. Lampiran laporan memuat aspirasi konkret dan usulan program kegiatan yang dibawa dari masyarakat secara langsung.

    APBD Fraksi PDIP H Baba
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    July 21, 2026

    PDIP Tetap Dorong Hak Angket, Samsun: Kalau Rugikan Rakyat Harus Dijalankan

    July 20, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    July 16, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    July 15, 2026

    Proyek Besar Samarinda Habiskan Ratusan Miliar, Fraksi PDIP Ingatkan Eksekutif Jangan Lupa Perut Rakyat

    July 8, 2026

    Tambahan Anggaran Rp90 Miliar Terowongan Samarinda Baru Sebatas Wacana

    July 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PHK Sektor Tambang Bertambah, 560 Warga Samarinda Ajukan Kartu Pencari Kerja

    SittiJuly 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lesunya industri pertambangan mulai berdampak pada pasar tenaga kerja di Kota Samarinda.…

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026

    PBSI Kaltim Bidik Atlet Tembus Pelatnas Lewat Lima Seri Sirnas 2026

    July 24, 2026

    Usulan Andi Harun Berbuah Dukungan Politik untuk Syaharie Jaang di Bankaltimtara

    July 24, 2026
    1 2 3 … 3,237 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.