Insitekaltim, Samarinda – Tidak semua perjalanan harus punya tujuan. Ada kalanya seseorang hanya ingin keluar rumah, menyusuri jalan, melihat suasana sekitar, lalu pulang ketika merasa sudah cukup.
Kebiasaan sederhana itu kerap dilakukan ketika rutinitas mulai terasa melelahkan. Tidak ada tempat tertentu yang wajib didatangi, tidak ada agenda yang harus diselesaikan. Hanya berjalan atau berkendara sambil membiarkan pikiran beristirahat sejenak dari pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Bagi sebagian orang, perjalanan seperti ini justru menjadi bentuk jeda. Rute yang biasanya hanya dilewati untuk menuju tempat tertentu, kali ini dinikmati tanpa terburu-buru.
Aktivitas berjalan sendiri juga tidak sekadar memberi kesempatan untuk bergerak. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara aktivitas berjalan dan kesehatan mental.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang melibatkan 75 uji klinis dengan 8.636 peserta menemukan bahwa berjalan dapat membantu menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada orang dewasa dibandingkan kondisi tanpa aktivitas. Manfaat tersebut ditemukan pada berbagai bentuk berjalan, baik dilakukan sendiri maupun berkelompok, di dalam maupun luar ruangan.
Penelitian lain mengenai berjalan di lingkungan perkotaan juga menemukan bahwa aktivitas tersebut dapat memberikan manfaat terhadap kondisi emosional dan pemulihan kognitif. Lingkungan sekitar bahkan dapat menjadi bagian dari pengalaman berjalan, bukan sekadar latar perjalanan.
Karena itu, berjalan tanpa tujuan khusus bisa dilihat sebagai cara sederhana untuk memberi ruang bagi diri sendiri. Seseorang tidak harus pergi jauh atau mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan jeda dari rutinitas.
Jika rutenya melewati ruang terbuka atau lingkungan yang lebih hijau, manfaatnya bisa semakin terasa. Tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai nature walk menemukan bahwa berjalan di lingkungan alami dapat memberikan dampak positif terhadap gejala kecemasan dan depresi.
Namun, jalan tanpa tujuan bukan berarti harus selalu dilakukan sendirian atau dalam suasana sunyi. Ada yang memilih berjalan sambil mendengarkan musik, ada pula yang sekadar menikmati pemandangan dan suasana jalan.
Intinya bukan seberapa jauh perjalanan dilakukan, melainkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Kadang, seseorang memang tidak sedang mencari tempat baru. Ia hanya ingin keluar sebentar, membiarkan jalan membawa langkah ke mana saja, kemudian pulang dengan kepala yang terasa sedikit lebih ringan.

