Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sisi barat landasan pacu Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Minggu, 13 September 2026.
Api dan kepulan asap bahkan terlihat jelas dari ruang tunggu penumpang.
Asap dan api mulai terlihat sekitar pukul 10.30 Wita. Sejumlah penumpang yang berada di ruang tunggu turut mengabadikan kondisi kebakaran tersebut.
Petugas pun langsung melakukan upaya pemadaman di lokasi. Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani titik api yang berada ratusan meter dari landasan pacu.
Pemadaman juga dilakukan melalui udara menggunakan helikopter water bombing. Helikopter beberapa kali terlihat terbang menuju titik kebakaran dan menjatuhkan air.
Namun, api masih terlihat menyala meski penyiraman terus dilakukan. Asap dari lokasi kebakaran cenderung mengepul ke atas dan bergerak ke arah barat, menjauh dari kawasan bandara.
Kondisi tersebut belum menghentikan aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto. Sejumlah pesawat masih dapat mendarat dan lepas landas dengan lancar.
Hingga siang hari, belum ada pemberitahuan resmi dari otoritas bandara mengenai penundaan maupun pembatalan penerbangan akibat karhutla.
Salah seorang penumpang dari Surabaya, Warno mengaku sempat terkejut ketika melihat kepulan asap kebakaran setelah tiba di bandara.
“Alhamdulillah barusan landing dari Surabaya. Kaget juga pas lihat asap kebakaran. Untung aman saja pas landing,” tuturnya.
Sementara itu, Agus, penumpang yang dijadwalkan terbang ke Jakarta sekitar pukul 13.00 Wita sempat merasa waswas melihat kebakaran tersebut.
“Agak was-was sih mas. Tapi bismillah, ini sudah dipanggil masuk pesawat. Mudahan lancar,” ujarnya.
Aktivitas penumpang hingga siang hari juga masih berlangsung. Ruang tunggu Bandara APT Pranoto tampak cukup padat oleh penumpang yang menunggu jadwal penerbangan.
Karhutla di sisi barat landasan pacu tersebut masih dalam penanganan petugas dengan pengerahan pemadam darat dan helikopter water bombing.

