Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Hotspot Meningkat, Pesawat Water Bombing dari Papua Dikerahkan ke Samarinda
    Pemerintah

    Hotspot Meningkat, Pesawat Water Bombing dari Papua Dikerahkan ke Samarinda

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 10, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Rabu, 9/9/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendapat dukungan pemerintah pusat untuk menangani peningkatan titik panas dan kebakaran lahan. Salah satunya melalui pengerahan pesawat water bombing yang sebelumnya berada di Papua.

    Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, peningkatan hotspot dalam dua pekan terakhir mendorong Pemkot Samarinda meningkatkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta unsur terkait.

    “Kami melakukan komunikasi sampai kepada Danlanud Dhomber di Balikpapan. Baik terhadap penyediaan rencana penyediaan water bombing, maupun rencana modifikasi cuaca,” kata Andi Harun, Rabu, 9 September 2026.

    Menurutnya, dukungan berupa pengerahan pesawat water bombing menjadi salah satu respons pemerintah terhadap meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah Samarinda.

    Pesawat tersebut, kata dia, digeser dari Papua untuk memperkuat armada yang digunakan dalam penanganan kebakaran lahan di Samarinda.

    “Digesernya pesawat. Itu kemarin pesawat dari Papua digeser ke sini. Akhirnya kita dapat pesawat untuk menambah armada kita,” ujarnya.

    Dukungan tersebut telah digunakan untuk membantu penanganan kebakaran, salah satunya di kawasan Bentuas. Andi Harun menyebut keberadaan armada udara membuat proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.

    Ia menambahkan, pesawat water bombing akan tetap disiagakan di Samarinda mengikuti perkembangan kondisi kebakaran dan kebutuhan di lapangan.

    “Masih akan terus bertahan sampai kita nyatakan Samarinda ini relatif aman untuk kebakaran. Jadi, akan standby di Samarinda. Kalau enggak salah kurang lebih tiga hari,” jelasnya.

    Selain water bombing, Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan modifikasi cuaca. Namun, pelaksanaannya belum dapat dilakukan karena kondisi awan di wilayah Samarinda belum mendukung.

    Andi Harun menjelaskan, modifikasi cuaca membutuhkan kondisi awan yang cukup dan terkumpul. Sementara berdasarkan pemantauan terakhir, awan di wilayah Samarinda masih tipis dan belum memenuhi kondisi yang diperlukan.

    “Sudah kita siapkan skenario modifikasi cuaca. Tapi sampai hari kemarin di Bandara APT Pranoto, jawabannya masih tetap sama, awan kita belum cukup untuk kita lakukan modifikasi cuaca,” katanya.

    Andi Harun mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Samarinda. Ia menyebut pengerahan pesawat water bombing tersebut tidak membebani anggaran Pemkot Samarinda.

    “Kami ucapkan terima kasih terutama pertama kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Ini gratis, kami tidak mengeluarkan biaya sedikit pun,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    November 2, 2026

    BMKG Catat 45 Hari Tanpa Hujan di Kukar, Ini Prakiraan Awal November

    November 2, 2026

    Tak Terima Dana Tunai, Samarinda Bakal Kebagian Peralatan hingga BBM dari Banpres Karhutla

    November 2, 2026

    Pemprov Kaltim Matangkan Tata Kelola Sangkulirang-Mangkalihat

    Oktober 30, 2026

    Bantuan untuk Warga Miskin Kaltim Perlu Disesuaikan dengan Mata Pencaharian

    Oktober 29, 2026

    DLH Kaltim Kejar Sinkronisasi KLHS dan Revisi RTRW

    Oktober 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan lingkungan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari bagaimana…

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026

    Tinjau Lokasi Kebakaran di Dadi Mulya, Celni Pita Sari dan Lurah Salurkan Bantuan kepada Korban

    November 2, 2026

    Bidik Hasil Terbaik Adipura 2026, DLH Samarinda Perkuat Koordinasi Bersama DLH Kaltim

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,423 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.