Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendapat dukungan pemerintah pusat untuk menangani peningkatan titik panas dan kebakaran lahan. Salah satunya melalui pengerahan pesawat water bombing yang sebelumnya berada di Papua.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, peningkatan hotspot dalam dua pekan terakhir mendorong Pemkot Samarinda meningkatkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta unsur terkait.
“Kami melakukan komunikasi sampai kepada Danlanud Dhomber di Balikpapan. Baik terhadap penyediaan rencana penyediaan water bombing, maupun rencana modifikasi cuaca,” kata Andi Harun, Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, dukungan berupa pengerahan pesawat water bombing menjadi salah satu respons pemerintah terhadap meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah Samarinda.
Pesawat tersebut, kata dia, digeser dari Papua untuk memperkuat armada yang digunakan dalam penanganan kebakaran lahan di Samarinda.
“Digesernya pesawat. Itu kemarin pesawat dari Papua digeser ke sini. Akhirnya kita dapat pesawat untuk menambah armada kita,” ujarnya.
Dukungan tersebut telah digunakan untuk membantu penanganan kebakaran, salah satunya di kawasan Bentuas. Andi Harun menyebut keberadaan armada udara membuat proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
Ia menambahkan, pesawat water bombing akan tetap disiagakan di Samarinda mengikuti perkembangan kondisi kebakaran dan kebutuhan di lapangan.
“Masih akan terus bertahan sampai kita nyatakan Samarinda ini relatif aman untuk kebakaran. Jadi, akan standby di Samarinda. Kalau enggak salah kurang lebih tiga hari,” jelasnya.
Selain water bombing, Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan modifikasi cuaca. Namun, pelaksanaannya belum dapat dilakukan karena kondisi awan di wilayah Samarinda belum mendukung.
Andi Harun menjelaskan, modifikasi cuaca membutuhkan kondisi awan yang cukup dan terkumpul. Sementara berdasarkan pemantauan terakhir, awan di wilayah Samarinda masih tipis dan belum memenuhi kondisi yang diperlukan.
“Sudah kita siapkan skenario modifikasi cuaca. Tapi sampai hari kemarin di Bandara APT Pranoto, jawabannya masih tetap sama, awan kita belum cukup untuk kita lakukan modifikasi cuaca,” katanya.
Andi Harun mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Samarinda. Ia menyebut pengerahan pesawat water bombing tersebut tidak membebani anggaran Pemkot Samarinda.
“Kami ucapkan terima kasih terutama pertama kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Ini gratis, kami tidak mengeluarkan biaya sedikit pun,” pungkasnya.

