Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat
    Politik

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    AminahBy AminahJuli 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim, Muhammad Samsun (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah derasnya eksploitasi batu bara dan sumber daya alam Kalimantan Timur (Kaltim), dana yang kembali ke daerah justru terus menyusut. Kondisi itu dinilai menjadi penyebab ruang fiskal pemerintah provinsi semakin sempit hingga banyak program pembangunan tersendat.

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Muhammad Samsun menyebut, penurunan Transfer ke Daerah (TKD) tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan biasa.

    Ia menilai pemerintah daerah perlu bersatu mendesak pemerintah pusat mengembalikan hak fiskal Kaltim sebagai daerah penghasil.

    “Yang harus menjadi perhatian hari ini adalah memperjuangkan hak kita terhadap Transfer ke Daerah dari pemerintah pusat. Dana yang menjadi hak daerah tidak tersalurkan secara maksimal,” kata Samsun, Senin, 20 Juli 2026.

    Ia membandingkan kondisi beberapa tahun terakhir. Menurutnya, TKD yang sebelumnya mencapai sekitar Rp14 triliun kini tinggal sekitar Rp7 triliun. Penurunan itu dinilai janggal karena produksi sumber daya alam Kalimantan Timur tidak mengalami penurunan.

    “Kalau eksploitasi sumber daya alam tetap, bahkan meningkat, kenapa dana yang kembali ke daerah justru turun? Berarti ada yang harus dievaluasi. Dana Bagi Hasil kita juga ikut mengecil,” ujarnya.

    Dampak kebijakan itu kini dirasakan langsung pemerintah daerah. Di satu sisi, masyarakat terus menuntut percepatan pembangunan. Di sisi lain, kemampuan APBD justru semakin terbatas akibat menyusutnya transfer dari pusat.

    Akibatnya, pemerintah provinsi dan DPRD menjadi pihak yang paling sering menerima keluhan masyarakat, meski persoalan utamanya berada pada kebijakan fiskal pemerintah pusat.

    “Orang tahunya pemerintah provinsi dan DPRD. Mereka tidak mungkin datang ke Jakarta menyampaikan protes. Akhirnya semua keluhan disampaikan kepada kami,” katanya.

    Anggota Komisi III itu mengusulkan langkah bersama seluruh kepala daerah dan DPRD kabupaten/kota di Kaltim, mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat akan lebih kuat jika disampaikan secara kolektif daripada berjalan sendiri-sendiri.

    “Saya punya inisiatif menggalang pemerintah daerah dan legislatif se-Kaltim. Kita suarakan bersama. Daripada rakyat yang harus turun ke Istana Negara, lebih baik kami yang mewakili mereka secara konstitusional,” pungkasnya.

     

    DPRD Kaltim Fraksi PDIP Muhammad Samsun TKD Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Bursa Pilwali Samarinda Mulai Memanas, PDIP Pilih Tahan Diri

    September 12, 2026

    Masih Terima Pembayaran Usai Pengelolaan Diambil Alih, Komisi II Bentuk Tim Investigasi

    September 11, 2026

    TPP Guru Samarinda Belum Dibayar, Ismail Latisi: Tidak Ada Wacana Pengurangan dan Penghilangan

    September 10, 2026

    NasDem Samarinda Kunci Nama Saefuddin Zuhri untuk Pilwali Berikutnya

    September 10, 2026

    DPRD Kaltim Beri Waktu Sepekan untuk Cabut Mutasi Guru

    September 9, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    AminahSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ada lebih dari 20 ribu anak di Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih…

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.