Insitekaltim, Samarinda – Meski mulai menyiapkan kader untuk diusung dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2030. partai berlambang banteng moncong putih (PDIP) itu mengatakan lebih fokus pada kerja untuk masyarakat.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis mengatakan PDIP Kalimantan Timur (Kaltim) tak ingin terburu-buru, namun partainya tetap melakukan persiapan internal untuk menghadapi kontestasi politik di Samarinda. Namun, dinamika politik menuju Pilwali 2030 belum menjadi prioritas utama.
“Yang pastinya kita mempersiapkan lah. Kita tentunya juga ingin ada kader PDIP yang bisa kita usung untuk kontestasi pemilihan Wali Kota Samarinda,” ujarnya disela pelantikan pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kaltim dan aksi donor darah di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan Abdul Wahab Samarinda, Sabtu, 12 September 2026.
Nanda, sapaan akrabnya mengatakan, partainya memilih untuk tidak larut terlalu dini dalam persaingan elektoral. Menurutnya, keberadaan partai di tengah masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama.
“Tetapi hari ini fokus kita adalah bagaimana kita bisa bekerja untuk masyarakat. Itu dulu,” tegasnya.
Sikap tersebut disampaikan Nanda di tengah mulai munculnya sejumlah nama yang diproyeksikan maju dalam Pilwali Samarinda 2030. Sejumlah partai bahkan telah menyatakan kesiapan mengusung figur masing-masing.
Gerindra menyatakan akan mengusung Helmi Abdullah, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Samarinda sekaligus Ketua DPC Gerindra Samarinda. Sementara Golkar telah menyiapkan Andi Satya Adhi Makmur sebagai figur yang akan bertarung. Andi Satya kini merupakan anggota DPRD Kaltim sekaligus Ketua DPC Golkar Samarinda.
NasDem juga memastikan kembali mengusung Saefuddin Zuhri, yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Samarinda mendampingi Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Bursa Pilwali Samarinda 2030 sendiri mulai menghangat setelah Andi Harun dipastikan tidak dapat kembali mencalonkan diri sebagai wali kota karena telah menjabat selama dua periode.
Sementara PDIP memilih mengambil langkah lebih terukur dengan tetap mempersiapkan kader internal, tanpa menjadikan kontestasi elektoral sebagai fokus utama saat ini.

