Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Transparansi Jadi Kunci, Disdag Samarinda Ungkap Data Pedagang Pasar Pagi
    Pemkot Samarinda

    Transparansi Jadi Kunci, Disdag Samarinda Ungkap Data Pedagang Pasar Pagi

    AbdiBy AbdiFebruari 10, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menindaklanjuti instruksi tegas Wali Kota Andi Harun, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani bergerak untuk melakukan transparansi total. Disdag berkomitmen untuk membuka data 480 pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) yang telah terverifikasi guna menyelaraskan persepsi dan mengakhiri polemik klaim lapak yang simpang siur.

    Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas aksi ratusan pedagang di teras Balai Kota yang menuntut kejelasan nasib 379 SKTUB yang merasa haknya terabaikan dalam sistem gedung baru.

    Nurrahmani yang akrab disapa Ibu Yama menegaskan, pembukaan data ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya rekonsiliasi antara pemerintah dan masyarakat pedagang.

    Ia mengakui bahwa selama ini terjadi hambatan komunikasi yang memicu kegaduhan di lapangan mengenai siapa saja yang berhak menempati kios.

    “Besok saya akan bertemu kembali dengan Ibu Maria Ulfa sebagai perwakilan pedagang. Hari ini saya instruksikan jajaran saya untuk menyiapkan datanya secara perfect. Dalam arti, 480 nama itu harus tergurai secara mendalam, siapa orangnya, di mana posisinya, dan apa dasarnya, sehingga saat dibuka, datanya benar-benar valid dan tidak terbantahkan,” ujar Nurrahmani saat diwawancarai, Selasa, 10 Februari 2026.

    Penyajian data yang transparan ini diharapkan menjadi fondasi ketenangan bagi para pedagang sebelum memasuki tahap selanjutnya, yakni penginputan ke sistem Kominfo untuk proses pengundian lapak secara digital.

    Menjawab keresahan pedagang mengenai aturan satu nama satu lapak, Nurrahmani membeberkan indikator teknis yang akan digunakan dalam verifikasi ulang.

    Pemerintah tetap memberikan ruang bagi pedagang yang memiliki lebih dari satu titik usaha selama dikelola secara mandiri oleh keluarga inti.

    “Indikator utamanya adalah realitas berjualan. Wali Kota menyampaikan prinsip satu nama satu lapak untuk mencegah monopoli. Namun, jika di lapangan terbukti ada anak dari pemilik SKTUB yang memang aktif berdagang, asalkan mereka bisa membuktikan Kartu Keluarga (KK), maka itu akan kita data sebagai pedagang yang sah. Ini adalah kebijakan untuk mengakomodasi pedagang riil, bukan penyewa,” jelasnya.

    Indikator ini dirancang sebagai filter ketat untuk membedakan antara pelaku usaha murni dengan pihak-pihak yang mencoba memanipulasi SKTUB untuk kepentingan komersial pribadi atau penyewaan lapak secara ilegal kepada pihak ketiga.

    Lebih jauh, Nurrahmani menegaskan, kebijakan wali kota saat ini adalah upaya pembersihan besar-besaran terhadap praktik kepemilikan lapak yang selama ini tidak ditempati oleh pemilik asli.

    Ia tidak menampik bahwa ketegangan yang terjadi belakangan ini dipicu oleh perubahan tatanan lama ke sistem yang lebih tertib.

    “Pak Wali Andi Harun ingin menyelesaikan kondisi di mana lapak dimiliki satu orang tapi ditempati orang lain (penyewa). Inilah yang kita sisir. Jika dulu sistemnya longgar, sekarang kita pastikan siapa yang namanya terdaftar, dialah yang memang nyata berjualan di sana,” tegasnya.

    Terkait klaim pedagang mengenai adanya 704 kios yang masih kosong, Nurrahmani menyatakan, Disdag akan terus melakukan penelusuran fisik terhadap ketersediaan ruang di gedung baru yang berkapasitas ribuan lapak tersebut.

    Ia menjamin, kanal pengaduan akan tetap dibuka secara permanen bagi siapa pun yang memiliki bukti valid mengenai hak berjualan.

    “Sambil kita sinkronkan data digital dengan Komunikasi dan Informasi (Kominfo), kami tetap membuka ruang bagi pedagang yang merasa belum terakomodasi. Intinya, pemerintah ingin proses ini tuntas tanpa ada satu pun pedagang asli yang terzalimi haknya sebelum peresmian pasar dilakukan,” pungkasnya.

     

    Dinas Perdagangan Kota Samarinda Disdag Samarinda Nurrahmani Pasar Pagi Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Disdag Samarinda Beri Batas Akhir Agustus, Lapak Kosong di Pasar Pagi Bakal Ditertibkan

    Agustus 1, 2026

    Usai Revitalisasi Pasar Pagi Sistem Klaster Kios, Belum Mampu Tarik Pengunjung Secara Merata

    Juli 31, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026

    Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Aktif, Berakibat Potensi Ekonomi Belum Tergarap Maksimal

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    Pemkot Akan Tarik Kios Pasar Pagi yang Tak Kunjung Ditempati Pedagang Hingga Akhir Agustus

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada…

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.