Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Aktif, Berakibat Potensi Ekonomi Belum Tergarap Maksimal
    Ekonomi

    Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Aktif, Berakibat Potensi Ekonomi Belum Tergarap Maksimal

    IraBy IraJuli 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Beberapa kios Pasar Pagi Samarinda terlihat masih banyak yang tutup (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski revitalisasi pasar telah rampung, tapi ribuan kios di Pasar Pagi Samarinda hingga kini belum beroperasi.

    Kondisi tersebut membuat potensi perputaran ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum tergarap secara maksimal.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan, memberikan kesempatan hingga akhir Agustus 2026 kepada para penerima kios. Untuk segera menempati dan menjalankan, aktivitas usahanya.

    Jika hingga batas waktu tersebut kios masih dibiarkan kosong, hak penggunaannya akan dievaluasi dan dapat dialihkan kepada pedagang lain yang siap berjualan.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan, persoalan masih banyaknya kios yang belum aktif. Menjadi salah satu pembahasan dalam rapat evaluasi Pasar Pagi pekan lalu.

    Menurutnya, keberadaan kios yang kosong membuat aktivitas perdagangan belum tumbuh optimal dan mengurangi daya tarik masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat.

    “Hampir 1.500 kios masih belum terisi. Disdag sudah memberikan imbauan, bahkan menetapkan batas waktu. Kalau sampai akhir Agustus tidak dimanfaatkan, maka akan diambil alih untuk diberikan kepada pedagang yang benar-benar mau berjualan,” ujarnya, di Samarinda, Senin, 20 Juli 2026.

    Ia menegaskan, kios yang hanya dimiliki tanpa digunakan tidak memberikan manfaat bagi perekonomian daerah. Selain membuat kawasan pasar terlihat sepi, kondisi tersebut juga menghambat optimalisasi aset milik pemerintah.

    “Kalau cuma disimpan begitu saja, tentu tidak menarik perhatian masyarakat. Aktivitas perdagangan tidak tumbuh dan potensi PAD juga tidak maksimal,” katanya.

    Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kota Samarinda telah menerbitkan pengumuman tertanggal 18 Juni 2026 yang meminta seluruh penerima fasilitas kios segera mengambil kunci dan menempati lapaknya.

    Pedagang yang tidak menunjukkan komitmen untuk berniaga berpotensi kehilangan hak penggunaan kios.

    Dari sekitar 2.500 unit kios yang tersedia, sekitar 1.500 di antaranya masih belum aktif beroperasi. Sebagian pedagang telah mengambil kunci tetapi belum membuka usaha, sementara sebagian lainnya belum memanfaatkan lapak yang telah diberikan.

    Pemkot berharap evaluasi yang dilakukan hingga akhir Agustus mampu meningkatkan tingkat keterisian kios sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Pagi kembali bergeliat.

    Dengan semakin banyak kios yang beroperasi, perputaran ekonomi di kawasan pasar diharapkan meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD Kota Samarinda.

     

    Marnabas Patiroy Pasar Pagi Pasar Pagi Samarinda Pemkot Samarinda Sekda Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026

    Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Belanja Dituntut Berorientasi Hasil

    September 9, 2026

    Sawah Betapus Dilanda Kekeringan, Petani Khawatir Hasil Panen Anjlok

    September 9, 2026

    Aset Daerah Kaltim Banyak Belum Produktif, Pansus Dorong Jadi Sumber PAD

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.