Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perebutan Kursi Ketua Golkar Bontang Resmi Dimulai, Andi Faiz Jadi Pendaftar Pertama

    Juni 25, 2026

    Pemprov Kaltim Tegaskan, Rehabilitasi Narkoba Libatkan RS hingga Puskesmas

    Juni 25, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Semenisasi di Hulu Sungai Picu Kekhawatiran Kekeringan, DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang
    DPRD Samarinda

    Semenisasi di Hulu Sungai Picu Kekhawatiran Kekeringan, DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang

    LarasBy LarasFebruari 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim menyampaikan kekhawatiran sejumlah akademisi dan aktivis lingkungan terkait potensi kekeringan di wilayah hulu sungai yang melewati Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Timur.

    Fenomena ini diprediksi akan semakin parah jika hujan tidak turun selama 23 hari, menyebabkan debit air sungai menurun drastis hingga berisiko kering.

    Menurut Abdul Rohim, kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan lingkungan di sekitar aliran sungai. Sebelumnya, kawasan kiri dan kanan sungai masih dipenuhi lahan terbuka hijau, hutan kecil, atau taman sederhana yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

    Namun, seiring dengan maraknya pembangunan yang melibatkan semenisasi dan pengurukan lahan, fungsi alami sebagai penyimpan air mulai terganggu.

    “Saat hujan tidak turun selama beberapa hari, biasanya air dari tanah sekitar akan mengalir kembali ke sungai, menjaga debit tetap stabil. Namun, dengan kondisi sekarang, air hujan tidak bisa terserap dengan baik sehingga saat kemarau, sungai kekurangan pasokan air,” ujar Abdul Rohim pada Selasa, 11 Februari 2025.

    Ia juga menyoroti dampak jangka panjang dari perubahan ini. Ketika musim hujan tiba, air yang tidak terserap tanah akan langsung mengalir ke sungai, meningkatkan risiko banjir. Sebaliknya, saat kemarau, kekeringan bisa terjadi lebih cepat karena tidak ada cadangan air yang tersimpan di tanah.

    Menanggapi hal tersebut, politikus PKS ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap kebijakan pembangunan di sekitar sungai. Salah satu yang disoroti adalah rencana penurunan dan penutupan sepanjang aliran anak Sungai Karang Mumus. Ia meminta agar proyek tersebut dikaji ulang agar tidak berdampak negatif terhadap ekosistem.

    “Kami berharap ada kajian lebih mendalam apakah seluruh area harus ditutup atau ada bagian yang sebaiknya dibiarkan alami. Jangan sampai perubahan ini justru memperparah kondisi lingkungan,” tutupnya.

    Pihaknya berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk memastikan kebijakan pembangunan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber air di daerah hulu sungai.

     

    Abdul Rohim DPRD Samarinda Kekeringan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Buka Akses ke Retail Modern, DPRD Usulkan Batas Modal UMKM Naik Jadi Rp50 Juta

    Juni 25, 2026

    DPRD Tolak Keras Pemangkasan Anggaran, Bantuan Pakan dan Bibit Ikan Terancam Terhenti

    Juni 25, 2026

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    DPRD Semprot Distapangtani Samarinda, Anggaran Jangan Habis untuk Birokrasi

    Juni 24, 2026

    Anggaran UKM Nol Rupiah, DPRD Sebut Dukungan Pemerintah Hanya Sebatas Ucapan

    Juni 24, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perebutan Kursi Ketua Golkar Bontang Resmi Dimulai, Andi Faiz Jadi Pendaftar Pertama

    SittiJuni 25, 2026

    Insitekaltim, Bontang – Perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Bontang periode 2025–2030 mulai terbuka menjelang…

    Pemprov Kaltim Tegaskan, Rehabilitasi Narkoba Libatkan RS hingga Puskesmas

    Juni 25, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026

    Kearifan Dayak Kenyah Jadi Pelajaran Menjaga Alam dan Identitas Samarinda

    Juni 25, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan Distribusi Seragam Gratis Mulai Hari Pertama Sekolah

    Juni 25, 2026
    1 2 3 … 3,171 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.