Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Semenisasi di Hulu Sungai Picu Kekhawatiran Kekeringan, DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang
    DPRD Samarinda

    Semenisasi di Hulu Sungai Picu Kekhawatiran Kekeringan, DPRD Samarinda Minta Kajian Ulang

    LarasBy LarasFebruari 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Abdul Rohim menyampaikan kekhawatiran sejumlah akademisi dan aktivis lingkungan terkait potensi kekeringan di wilayah hulu sungai yang melewati Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Timur.

    Fenomena ini diprediksi akan semakin parah jika hujan tidak turun selama 23 hari, menyebabkan debit air sungai menurun drastis hingga berisiko kering.

    Menurut Abdul Rohim, kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan lingkungan di sekitar aliran sungai. Sebelumnya, kawasan kiri dan kanan sungai masih dipenuhi lahan terbuka hijau, hutan kecil, atau taman sederhana yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

    Namun, seiring dengan maraknya pembangunan yang melibatkan semenisasi dan pengurukan lahan, fungsi alami sebagai penyimpan air mulai terganggu.

    “Saat hujan tidak turun selama beberapa hari, biasanya air dari tanah sekitar akan mengalir kembali ke sungai, menjaga debit tetap stabil. Namun, dengan kondisi sekarang, air hujan tidak bisa terserap dengan baik sehingga saat kemarau, sungai kekurangan pasokan air,” ujar Abdul Rohim pada Selasa, 11 Februari 2025.

    Ia juga menyoroti dampak jangka panjang dari perubahan ini. Ketika musim hujan tiba, air yang tidak terserap tanah akan langsung mengalir ke sungai, meningkatkan risiko banjir. Sebaliknya, saat kemarau, kekeringan bisa terjadi lebih cepat karena tidak ada cadangan air yang tersimpan di tanah.

    Menanggapi hal tersebut, politikus PKS ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap kebijakan pembangunan di sekitar sungai. Salah satu yang disoroti adalah rencana penurunan dan penutupan sepanjang aliran anak Sungai Karang Mumus. Ia meminta agar proyek tersebut dikaji ulang agar tidak berdampak negatif terhadap ekosistem.

    “Kami berharap ada kajian lebih mendalam apakah seluruh area harus ditutup atau ada bagian yang sebaiknya dibiarkan alami. Jangan sampai perubahan ini justru memperparah kondisi lingkungan,” tutupnya.

    Pihaknya berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk memastikan kebijakan pembangunan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber air di daerah hulu sungai.

     

    Abdul Rohim DPRD Samarinda Kekeringan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dukungan APBN 2027 untuk Transportasi Massal Samarinda Masuk Finalisasi

    Oktober 1, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    AminahOktober 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur…

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    TNI Siapkan Kluster Pertanian hingga Perikanan, Kaltim Bidik Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    Oktober 6, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026
    1 2 3 … 3,375 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.