Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    September 29, 2026

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Prangat Selatan Targetkan Bebas Jamban Tidak Sehat 2025
    Diskominfo Kukar

    Prangat Selatan Targetkan Bebas Jamban Tidak Sehat 2025

    IraBy IraApril 16, 2025Updated:Mei 31, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks : Kades Prangat Selatan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Desa Prangat Selatan di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini tengah memfokuskan upaya pembangunan pada peningkatan kualitas sanitasi.

    Pemerintah desa menargetkan seluruh wilayahnya bebas dari praktik penggunaan jamban tidak sehat pada tahun 2025.

    Program ini bukanlah langkah awal, melainkan kelanjutan dari proses jambanisasi yang telah dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah desa menilai target ini realistis, mengingat cakupannya kini semakin kecil dan terukur.

    Kepala Desa Prangat Selatan, Sarkono, menjelaskan bahwa saat ini hanya tersisa delapan kepala keluarga yang masih belum memiliki jamban sesuai standar kesehatan.

    “Berdasarkan DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), masih ada delapan kepala keluarga yang jambannya belum sesuai standar kesehatan,” ujar Sarkono saat dikonfirmasi, Rabu 16 April 2025.

    Untuk mengatasi hal tersebut, sebagian Dana Desa tahun 2025 telah dialokasikan untuk pembangunan jamban sehat bagi delapan keluarga tersebut. Selain pembangunan fisik, aspek kualitas dan standar kesehatan menjadi prioritas utama dalam proses pelaksanaannya.

    “Kami ingin Prangat Selatan menjadi zero pengguna jamban yang tidak sehat. Jadi untuk tahun ini, kami bangun toilet sesuai dengan standar kesehatan,” imbuh Sarkono.

    Langkah ini juga sejalan dengan program nasional untuk menghapus praktik buang air besar sembarangan (BABS). Kebiasaan tersebut terbukti menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka penyakit menular dan kasus stunting, terutama di kawasan pedesaan.

    Selain mengandalkan pembangunan fisik, Pemerintah Desa Prangat Selatan juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat. Menurut Sarkono, perubahan perilaku menuju budaya hidup sehat hanya bisa tercapai jika warga turut memahami dan mendukung program tersebut.

    “Kami mengajak semua warga untuk berperan aktif demi menciptakan budaya sanitasi yang baik,” katanya.

    Tak hanya berfokus pada pembangunan sanitasi, tahun ini Pemdes Prangat Selatan juga mengarahkan Dana Desa untuk memperkuat sektor non-fisik. Beberapa program peningkatan kapasitas sumber daya manusia tengah digalakkan, khususnya dalam mendukung kelembagaan desa dan layanan kesehatan dasar.

    “Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan peningkatan kapasitas bagi perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, dan kader Posyandu,” jelas Sarkono.

    Dengan langkah yang menyasar pembangunan infrastruktur dasar dan kapasitas sosial secara seimbang, Pemerintah Desa Prangat Selatan optimistis dapat menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat.

    Sarkono berharap seluruh rangkaian program yang dijalankan tahun ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan dan kesadaran hidup bersih di kalangan warganya.(Adv)

    Desa Prangat Selatan Jamban Sarkono Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    AminahSeptember 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tantangan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kalimantan Timur (Kaltim) kini berada di…

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026
    1 2 3 … 3,367 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.