Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Komunitas Sape Kaltim Libatkan Generasi Muda untuk Cetak Regenerasi Pelaku Seni

    Juni 28, 2026

    Festival Pesona Nusantara Buka Ruang Promosi bagi 60 UMKM Lokal

    Juni 28, 2026

    Festival Pesona Nusantara Jadi Upaya Menjaga Budaya Tetap Relevan di Era Modern

    Juni 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Penerangan Minim di Jembatan Mahkota II Samarinda Dikeluhkan Warga, Diduga Akibat Pencurian Kabel LPJU
    Samarinda

    Penerangan Minim di Jembatan Mahkota II Samarinda Dikeluhkan Warga, Diduga Akibat Pencurian Kabel LPJU

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 25, 2026Updated:Maret 25, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi jembatan Mahkota II saat malam hari (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi gelap di Jembatan Mahkota II Kota Samarinda kembali menjadi sorotan warga. Minimnya penerangan di jalur penghubung tersebut dinilai membahayakan dan menimbulkan rasa tidak aman khususnya bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

    Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang gelap terutama karena jarak pandang menjadi terbatas. Situasi ini dirasakan semakin berisiko, terlebih bagi pengendara yang melintas seorang diri.

    Salah satu warga Palaran, Biyah mengungkapkan bahwa ia kerap merasa tidak nyaman setiap kali melewati jembatan tersebut di malam hari. Menurutnya, kondisi minim cahaya membuat perjalanan terasa waswas.

    “Kadang takut kalau lewat karena gelap. Kita tidak tahu apa yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

    Ia menyebut, kondisi tersebut bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Kurangnya penerangan membuat pengguna jalan kesulitan melihat kondisi sekitar termasuk potensi bahaya di jalan.

    Sebagai salah satu akses penting di Kota Samarinda, Biyah berharap pemerintah dapat segera memperbaiki sistem penerangan di jembatan tersebut agar masyarakat dapat merasa lebih aman saat melintas.

    “Kalau bisa diterangi supaya kami yang kerja atau kuliah bisa lebih nyaman. Setidaknya seperti di Jembatan Mahakam yang masih ada lampunya,” katanya.

    Menurutnya, panjangnya bentang jembatan semakin memperparah kondisi gelap yang dirasakan. Dari satu ujung ke ujung lainnya, penerangan dinilai tidak merata sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

    Keluhan ini sejalan dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan adanya gangguan pada lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan tersebut. Gangguan tersebut diduga kuat disebabkan oleh aksi pencurian kabel yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mencatat kabel LPJU yang hilang di kawasan jembatan tersebut mencapai sekitar 2,8 kilometer. Kabel tersebut sebelumnya terpasang di kedua sisi jembatan dengan panjang masing-masing sekitar 1.400 meter.

    Plt Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda Ayatullah menjelaskan, hilangnya kabel tersebut berdampak langsung terhadap tidak berfungsinya sejumlah lampu penerangan.

    “Akibat pencurian itu, banyak lampu sorot dan lampu jalan yang tidak berfungsi optimal,” ujarnya.

    Kerugian yang ditimbulkan dari kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada fasilitas tetapi juga dari sisi anggaran. Kerusakan pada lampu dan infrastruktur penerangan diperkirakan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar.

    Dishub mencatat bahwa biaya untuk memperbaiki lampu sorot saja mencapai sekitar Rp300 juta, belum termasuk kebutuhan teknis lain seperti penggantian kabel dan pemeliharaan.

    Namun demikian, hingga saat ini perbaikan belum dapat direalisasikan karena masih menunggu proses pembahasan anggaran.

    “Perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu pembahasan anggaran,” jelasnya.

    Ke depan Dishub menilai perlu adanya langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Beberapa upaya yang dipertimbangkan antara lain penambahan sistem pengamanan, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta penempatan petugas di area sekitar jembatan.

    “,Langkah itu diharapkan tidak hanya melindungi aset pemerintah, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut setiap hari,” tandasnya.

    Biyah CCTV Dishub LPJU
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026

    Kearifan Dayak Kenyah Jadi Pelajaran Menjaga Alam dan Identitas Samarinda

    Juni 25, 2026

    Rute Penerbangan Samarinda-Melak Kembali Dibuka, Jawab Kebutuhan Mobilitas Warga Kubar

    Juni 19, 2026

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Komunitas Sape Kaltim Libatkan Generasi Muda untuk Cetak Regenerasi Pelaku Seni

    R’syaJuni 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komunitas Sape Kaltim sekaligus kru Juragan Entertainment Putra Olimpy mengatakan regenerasi…

    Festival Pesona Nusantara Buka Ruang Promosi bagi 60 UMKM Lokal

    Juni 28, 2026

    Festival Pesona Nusantara Jadi Upaya Menjaga Budaya Tetap Relevan di Era Modern

    Juni 28, 2026

    Kepala BPS RI Imbau Masyarakat Kaltim Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

    Juni 27, 2026

    Kehadiran Kopdes Merah Putih Jadi Peluang Bangun Sinergi Antarlembaga Ekonomi Desa

    Juni 27, 2026
    1 2 3 … 3,177 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.