Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Agustus 30, 2026

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Penerangan Minim di Jembatan Mahkota II Samarinda Dikeluhkan Warga, Diduga Akibat Pencurian Kabel LPJU
    Samarinda

    Penerangan Minim di Jembatan Mahkota II Samarinda Dikeluhkan Warga, Diduga Akibat Pencurian Kabel LPJU

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 25, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi jembatan Mahkota II saat malam hari (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi gelap di Jembatan Mahkota II Kota Samarinda kembali menjadi sorotan warga. Minimnya penerangan di jalur penghubung tersebut dinilai membahayakan dan menimbulkan rasa tidak aman khususnya bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

    Sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang gelap terutama karena jarak pandang menjadi terbatas. Situasi ini dirasakan semakin berisiko, terlebih bagi pengendara yang melintas seorang diri.

    Salah satu warga Palaran, Biyah mengungkapkan bahwa ia kerap merasa tidak nyaman setiap kali melewati jembatan tersebut di malam hari. Menurutnya, kondisi minim cahaya membuat perjalanan terasa waswas.

    “Kadang takut kalau lewat karena gelap. Kita tidak tahu apa yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

    Ia menyebut, kondisi tersebut bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Kurangnya penerangan membuat pengguna jalan kesulitan melihat kondisi sekitar termasuk potensi bahaya di jalan.

    Sebagai salah satu akses penting di Kota Samarinda, Biyah berharap pemerintah dapat segera memperbaiki sistem penerangan di jembatan tersebut agar masyarakat dapat merasa lebih aman saat melintas.

    “Kalau bisa diterangi supaya kami yang kerja atau kuliah bisa lebih nyaman. Setidaknya seperti di Jembatan Mahakam yang masih ada lampunya,” katanya.

    Menurutnya, panjangnya bentang jembatan semakin memperparah kondisi gelap yang dirasakan. Dari satu ujung ke ujung lainnya, penerangan dinilai tidak merata sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

    Keluhan ini sejalan dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan adanya gangguan pada lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan tersebut. Gangguan tersebut diduga kuat disebabkan oleh aksi pencurian kabel yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mencatat kabel LPJU yang hilang di kawasan jembatan tersebut mencapai sekitar 2,8 kilometer. Kabel tersebut sebelumnya terpasang di kedua sisi jembatan dengan panjang masing-masing sekitar 1.400 meter.

    Plt Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda Ayatullah menjelaskan, hilangnya kabel tersebut berdampak langsung terhadap tidak berfungsinya sejumlah lampu penerangan.

    “Akibat pencurian itu, banyak lampu sorot dan lampu jalan yang tidak berfungsi optimal,” ujarnya.

    Kerugian yang ditimbulkan dari kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada fasilitas tetapi juga dari sisi anggaran. Kerusakan pada lampu dan infrastruktur penerangan diperkirakan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar.

    Dishub mencatat bahwa biaya untuk memperbaiki lampu sorot saja mencapai sekitar Rp300 juta, belum termasuk kebutuhan teknis lain seperti penggantian kabel dan pemeliharaan.

    Namun demikian, hingga saat ini perbaikan belum dapat direalisasikan karena masih menunggu proses pembahasan anggaran.

    “Perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu pembahasan anggaran,” jelasnya.

    Ke depan Dishub menilai perlu adanya langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Beberapa upaya yang dipertimbangkan antara lain penambahan sistem pengamanan, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta penempatan petugas di area sekitar jembatan.

    “,Langkah itu diharapkan tidak hanya melindungi aset pemerintah, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut setiap hari,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Ratu ArifanzaAgustus 30, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan – Bagi Ramadhan, catur awalnya bukanlah sesuatu yang direncanakan untuk menjadi jalan hidup.…

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Teras Samarinda Tahap II Dibuka, Andi Harun Sebut Jadi “Paru-Paru Baru” di Tepi Mahakam

    Agustus 30, 2026

    Teras Samarinda Belum Tuntas, Celni Dorong Penyelesaian Seluruh Segmen

    Agustus 29, 2026
    1 2 3 … 3,307 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.