Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan pembukaan Teras Samarinda Tahap II di tepian Sungai Mahakam, Sabtu, 29 Agustus 2026 malam. Kawasan tersebut kini mulai dapat dimanfaatkan masyarakat, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan minor yang akan diselesaikan kontraktor.
Andi Harun mengatakan Teras Samarinda Tahap II terdiri atas empat segmen. Namun, peresmian pada malam tersebut mencakup tiga segmen, yakni Segmen 2, 3, dan 4. Sementara Segmen 1 yang menjadi penghubung antara Teras Samarinda Tahap I dan Tahap II masih dalam proses pengerjaan.
“Yang kita resmikan malam ini adalah Segmen 2, Segmen 3, dan Segmen 4. Segmen 1 antara Teras Tahap I dengan ini insyaallah Desember,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, pembangunan Teras Samarinda Tahap II tidak hanya diarahkan sebagai ruang publik, tetapi juga mengintegrasikan fungsi lingkungan, ekologis, ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat.
Dari sisi lingkungan, Segmen 2 dan 3 menghadirkan kawasan hijau seluas 1.558 meter persegi. Area tersebut ditanami sejumlah pohon, antara lain pulai, ketapang kencana, tabebuya, dan bungur.
Andi Harun menyebut kawasan hijau tersebut sebagai salah satu ruang terbuka baru yang dapat memberikan manfaat ekologis bagi Kota Samarinda.
“Ini adalah titik paru-paru baru Kota Samarinda di tepi Sungai Mahakam,” katanya.
Selain ruang hijau, kawasan tersebut dilengkapi dermaga seluas 2.115 meter persegi. Pemerintah juga menyiapkan 12 kios yang nantinya diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Sementara itu, Segmen 4 menghadirkan fasilitas publik dan kesenian. Di kawasan tersebut terdapat mini amphitheater yang disiapkan sebagai ruang ekspresi seni dan budaya bagi generasi muda Samarinda.
Fasilitas lainnya meliputi playground, halte bus terpadu, serta area peristirahatan dengan material andesit bakar. Kawasan pedestrian juga dilengkapi guiding block berwarna kuning untuk mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Dari sisi keamanan dan kenyamanan, Teras Samarinda Tahap II ditunjang pencahayaan modern, CCTV, dua pos pengamanan, pos polisi, serta sistem drainase dan utilitas tertutup.
Andi Harun menegaskan Teras Samarinda bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ruang bersama bagi masyarakat untuk berinteraksi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kota.
Ia berharap keberadaan kawasan tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata Samarinda. Menurutnya, peningkatan kunjungan dapat berdampak pada sektor perhotelan, restoran, transportasi daring, taksi, hingga usaha kuliner.
“Semakin banyak orang luar yang datang berkunjung, akan berpengaruh pada meningkatnya sektor pariwisata kota,” pungkasnya.

