Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Agustus 29, 2026

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Agustus 29, 2026

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen
    Kesehatan

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 29, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat diwawancarai awak media pada Sabtu, 29/8/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi udara di Samarinda yang dipenuhi debu dan asap kebakaran hutan dan lahan mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada Agustus 2026 tercatat meningkat 22,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

    Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, peningkatan kasus tersebut tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang semakin kering. Debu yang beterbangan, ditambah asap akibat kebakaran hutan dan lahan, membuat masyarakat semakin rentan mengalami gangguan pada saluran pernapasan.

    “Sekarang ini kasus ISPA kita meningkat ke angka 22,8 persen. Kenapa? Karena debu itu kan ada dua jenis, ada PM10 dan PM2.5. Partikel 2.5 ini yang berbahaya,” kata Andi Harun, Sabtu, 29 Agustus 2026.

    Ia menjelaskan, PM10 umumnya berasal dari partikel yang berukuran lebih besar, seperti debu jalan dan berbagai aktivitas yang menghasilkan serbuk. Sementara PM2.5 memiliki ukuran yang jauh lebih kecil sehingga dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan.

    “Partikel 2,5 ini yang berbahaya, yang tidak bisa tersaring oleh bulu hidung, mata dan lain sebagainya. Ini yang sampai masuk ke arah paru-paru,” ujarnya.

    Paparan partikulat tersebut juga berpotensi menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan serta mengganggu sistem pernapasan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah di tengah cuaca kering yang masih berlangsung di Kota Tepian.

    Untuk mengurangi risiko paparan debu dan partikulat, Andi Harun mengimbau masyarakat kembali menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

    “Ayo kita kembali pakai masker,” imbaunya.

    Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan penetapan status darurat kekeringan di Samarinda selama 14 hari. Pemerintah akan melakukan evaluasi setelah masa tersebut untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya berdasarkan kondisi di lapangan.

    Andi Harun menyebut Samarinda memiliki empat level dalam penanganan kekeringan, yakni normal, waspada, siaga, dan kritis. Saat ini, kondisi Samarinda telah melewati level normal dan berada pada fase waspada menuju siaga, bahkan mulai memasuki level siaga.

    Menurutnya, ancaman akibat kekeringan tidak hanya menyangkut kualitas udara. Ketersediaan dan kualitas air juga perlu diantisipasi karena kondisi tertentu, termasuk intrusi air laut, dapat memengaruhi kualitas air baku di sejumlah wilayah.

    Masyarakat pun diminta mulai menyiapkan persediaan air di rumah. Namun, Andi Harun mengingatkan agar warga tidak melakukan penimbunan secara berlebihan agar ketersediaan air tetap dapat dimanfaatkan bersama.

    “Selain ISPA bisa jadi penyakit yang berhubungan dengan air. Misalnya diare, kulit. Oleh sebab itu, ditampung air secukupnya, tapi tidak usah berlebihan-lebihan supaya masyarakat lain juga bisa,” ucapnya.

    Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering masih berlangsung. Penggunaan masker, menjaga kebersihan, serta menghemat dan menyimpan air secukupnya menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghadapi dampak kekeringan.

    “Selama kita memakai masker insyaallah kita bisa antisipasi,” tutupnya.

     

    Andi Harun ISPA Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026

    Revisi Perda HIV/AIDS Kaltim Diminta Lebih Komprehensif dan Aplikatif

    Agustus 27, 2026

    Musim Panas, Karhutla Jadi Ancaman Penyakit Saluran Pernapasan Meningkat, Dinkes Minta Warga Waspada

    Agustus 26, 2026

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Debu dan Asap Makin Pekat, Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen

    Ratu ArifanzaAgustus 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi udara di Samarinda yang dipenuhi debu dan asap kebakaran hutan dan…

    Merdeka Run 2026, Ketika Ribuan Langkah Bertemu Semangat Kemerdekaan di Monas

    Agustus 29, 2026

    Dari Perpustakaan Kecil di Kamar hingga Berburu Buku Murah di Festival Literasi Kaltim

    Agustus 29, 2026

    Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak

    Agustus 29, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026
    1 2 3 … 3,306 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.