Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komunitas Sape Kaltim sekaligus kru Juragan Entertainment, Putra Olimpy mengatakan sebanyak 60 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal mendapat kesempatan memasarkan sekaligus mempromosikan produk mereka melalui Festival Pesona Nusantara yang digelar di Teras Samarinda pada 25–28 Juni 2026.
Menurut Putra, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan festival. Karena itu, setiap kegiatan yang digelar tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
“UMKM menjadi salah satu fokus kami. Mereka tidak hanya mendapat tempat untuk berjualan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan produk dan brand lokal kepada masyarakat yang datang ke festival,” ujarnya di Teras Samarinda, Sabtu, 27 Juni 2026 malam.
Ia menjelaskan, sebanyak 60 UMKM yang terlibat berasal dari Samarinda dan menjual beragam produk, mulai dari makanan, minuman hingga produk kreatif. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperluas promosi sekaligus meningkatkan penjualan selama festival berlangsung.
Putra menyampaikan kegiatan semacam ini menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil yang selama ini membutuhkan ruang promosi dengan jumlah pengunjung yang besar. Festival memberi kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang mungkin belum pernah mengenal usaha mereka sebelumnya.
“Alhamdulillah selama kegiatan berlangsung, UMKM yang ikut mendapat wadah untuk berjualan dan promosi. Produk lokal jadi lebih dikenal masyarakat dan itu yang memang ingin kami dorong,” tuturnya.
Antusiasme masyarakat terhadap Festival Pesona Nusantara turut memberikan dampak positif bagi aktivitas UMKM. Memasuki malam akhir pekan, kawasan Teras Samarinda dipadati pengunjung dari berbagai kalangan usia yang memanfaatkan waktu libur untuk menikmati suasana festival.
Sejak sore hingga malam hari, arus pengunjung terus berdatangan. Area parkir di sekitar lokasi tampak dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat, sementara jalur pejalan kaki dipadati masyarakat yang berkeliling menikmati berbagai stan kuliner dan produk lokal.
Keramaian tersebut membuat hampir seluruh lapak UMKM ramai didatangi pembeli. Sejumlah stan kuliner terlihat dipenuhi antrean pengunjung yang memanfaatkan jeda pertunjukan untuk membeli makanan dan minuman. Aktivitas transaksi berlangsung hampir tanpa henti sepanjang malam.
Putra menilai tingginya antusiasme masyarakat membuktikan bahwa festival dapat menjadi sarana efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal. Semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula peluang UMKM memperoleh pelanggan baru dan memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Ia pun berharap ruang promosi seperti ini dapat terus dihadirkan melalui berbagai kegiatan berikutnya sehingga semakin banyak pelaku UMKM lokal yang merasakan manfaatnya.
“Kami ingin festival seperti ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang yang benar-benar memberi manfaat bagi UMKM lokal. Ketika pengunjung ramai, pelaku usaha juga ikut merasakan dampak ekonominya,” tutupnya.

