Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komunitas Sape Kaltim sekaligus kru Juragan Entertainment, Putra Olimpy mengatakan Festival Pesona Nusantara digelar sebagai upaya menjaga seni budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga harus mampu mengikuti perubahan agar tetap diminati masyarakat.
Festival bertajuk “UMKM Berdaya, Budaya Bergema” yang berlangsung pada 25–28 Juni 2026 di Teras Samarinda merupakan hasil kolaborasi Komunitas Sape Kaltim bersama Juragan Entertainment.
Putra menyebut kolaborasi tersebut menjadi langkah penting karena selama ini komunitas seni memiliki keterbatasan dalam menghadirkan kegiatan secara mandiri.
“Sebagai komunitas seni, kami sebenarnya ingin terus membuat kegiatan budaya. Namun, kami memiliki keterbatasan akses untuk menyelenggarakan event. Dengan adanya dukungan dari Juragan Entertainment, akhirnya Festival Pesona Nusantara bisa terlaksana. Ini menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujarnya di Teras Samarinda, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia mengaku, tantangan terbesar pelestarian budaya saat ini bukan semata menjaga kesenian tradisional agar tidak hilang, tetapi bagaimana membuatnya tetap dekat dengan kehidupan masyarakat modern.
Karena itu, konsep festival dirancang lebih terbuka dengan menghadirkan beragam pertunjukan budaya dalam satu kegiatan.
Ia menjelaskan, Komunitas Sape Kaltim tidak hanya menampilkan permainan alat musik sape sebagai identitas utama komunitas. Festival juga menghadirkan tari tradisional, tari kreasi, hingga berbagai pertunjukan budaya Nusantara sehingga masyarakat dapat menikmati keberagaman seni dalam satu panggung.
“Budaya sekarang harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. Kami tidak hanya menampilkan musik sape, tetapi juga tari tradisional, tari kreasi sampai budaya Nusantara. Harapannya masyarakat melihat bahwa budaya itu tetap menarik untuk dinikmati,” terangnya.
Ia menuturkan, pendekatan tersebut dilakukan agar budaya tidak dipandang sebagai sesuatu yang kuno atau hanya dinikmati kalangan tertentu. Justru melalui pengemasan yang lebih kreatif, seni tradisional dapat hadir sebagai hiburan sekaligus media untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas.
Putra menambahkan, festival budaya menjadi salah satu cara efektif mempertemukan masyarakat dengan berbagai bentuk kesenian daerah dalam satu ruang. Dengan konsep yang lebih terbuka dan mengikuti perkembangan zaman, ia berharap masyarakat semakin mengenal serta menghargai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.
Ia juga berharap Festival Pesona Nusantara dapat menjadi langkah awal untuk membangun apresiasi masyarakat terhadap seni budaya. Ketika budaya mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi, kesenian daerah akan tetap memiliki tempat di tengah derasnya arus modernisasi.
“Harapan kami sederhana, masyarakat tetap mencintai budaya sendiri. Budaya tidak harus terlihat kuno. Dengan cara penyajian yang lebih menarik, kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa dinikmati semua kalangan dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” tutupnya.

