Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    April 29, 2026

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Nidya Sampaikan Kritik, APBD Naik Beasiswa Kaltim Malah Turun
    DPRD Kaltim

    Nidya Sampaikan Kritik, APBD Naik Beasiswa Kaltim Malah Turun

    Adit MustafaBy Adit MustafaMaret 11, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listiyono
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Pendaftaran program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Beasiswa Kaltim kembali dibuka.

    Program ini dirancang untuk memberikan dukungan pendidikan kepada pelajar dan mahasiswa berprestasi serta kurang mampu secara ekonomi. Namun, untuk tahun 2024, terjadi penurunan anggaran yang cukup signifikan.

    Pada tahun sebelumnya, 2023, Beasiswa Kaltim masih mendapat dukungan anggaran sebesar Rp500 miliar. Namun, pada tahun 2024, anggarannya turun drastis menjadi Rp200 miliar.

    Hal ini menimbulkan keprihatinan dari Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur Nidya Listiyono.

    Nidya Listiyono menyampaikan kekhawatirannya bahwa penurunan anggaran ini dapat menghambat akses pendidikan bagi masyarakat Kaltim.

    “Mencakup pendidikan, tentu bicaranya kita ke Komisi IV. Tapi kami akan mengkritisi terkait hal ini karena saya berharap dana pendidikan yang 20 persen tentu slot untuk beasiswanya,” tegasnya pada Minggu (10/3/2024).

    Sebagai Ketua Komisi II, Nidya berjanji untuk melakukan pengecekan data anggaran, termasuk memastikan kebenaran alokasi yang mencapai Rp200 miliar.

    Ia juga menegaskan komitmennya dalam mengkritisi dan menuntut peningkatan anggaran pendidikan, terutama untuk beasiswa, saat terjadi penambahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

    Kritik terhadap penurunan anggaran beasiswa ini tidak hanya sebatas retorika, tetapi juga menuntut perhatian serius pada pengawasan dan transparansi.

    Politikus Partai Golkar ini mengharapkan pemerintah provinsi, melalui Dinas Pendidikan bisa terus memonitor proses pemberian beasiswa secara lebih baik.

    “Saya merasa pengurus tidak komunikatif. Saya minta kepada pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan untuk benar-benar memonitor proses (penyaluran) beasiswa ini,” ucapnya.

    Dengan mengutamakan transparansi dan pengawasan yang ketat, Nidya ingin memastikan bahwa akses pendidikan tetap terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan, menjadikan pendidikan sebagai pangkal kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

    Dengan demikian, diharapkan beasiswa ini dapat diberikan dengan baik dan tepat sasaran, terutama kepada mereka yang membutuhkannya.

    “Sehingga anak-anak kita bisa mendapatkan beasiswa ini dengan baik dan tepat sasaran. Terutama yang memang membutuhkan beasiswa,” tandasnya.

    APBD beasiswa Kaltim Di buka Nidya Listiyono
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Andi Harun Bongkar Pos Anggaran Rp98 Miliar, Dorong Efisiensi dan Integrasi Sistem Pemerintahan

    April 22, 2026

    PAD Samarinda Lampaui Target, Kemandirian Fiskal Mulai Menguat

    April 22, 2026

    Dana Bantuan Parpol Disorot, Wawali Samarinda Tekankan Akuntabilitas

    April 20, 2026

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    April 16, 2026

    Tanggapi Kadinkes dan Sudarno, Andi harun: Polemik JKN Bukan Soal Kemampuan Daerah

    April 11, 2026

    Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN

    April 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    Andika SaputraApril 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Anhar menilai,…

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    April 29, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026
    1 2 3 … 3,080 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.