Samarinda, Insitekaltim – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mulai memperketat distribusi kios Pasar Pagi guna memastikan lapak benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang yang berhak.
Kepala Disdag Kota Samarinda Nurrahmani menjelaskan, langkah ini dilakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait pengelolaan kios yang dinilai belum optimal.
Menurutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga menaruh perhatian terhadap perkembangan distribusi kios, terutama terkait transparansi dan pemanfaatannya di lapangan.
“Dewan ingin mengetahui perkembangan pasar pagi karena memang ada banyak aduan dari masyarakat,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.
Ia menjelaskan proses distribusi terus berjalan secara bertahap. Hingga saat ini, sekitar 1.500 kios telah terisi dari total sekitar 2.400 unit yang tersedia.
Sementara itu pada tahap kelima, pihaknya kembali merilis sebanyak 129 kios yang akan segera diundi kepada pedagang.
“Ini tahap lima ada 129 kios yang kita rilis dan akan dilakukan pengundian,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui masih ada ratusan kios yang belum ditempati. Kondisi tersebut disebabkan berbagai faktor, termasuk pedagang yang belum memiliki modal atau belum siap berjualan.
Untuk itu, Disdag akan memberikan peringatan kepada pedagang yang tidak memanfaatkan kios yang telah diberikan.
“Kalau sampai tiga kali dipanggil tidak diindahkan, kami tarik dan akan diberikan kepada pedagang lain yang siap berjualan,” tegasnya.
Selain itu pihaknya juga telah menarik kembali puluhan kios dari penerima sebelumnya yang dinilai tidak aktif.
“Ada 59 kios yang kami tarik karena tidak diambil atau tidak dimanfaatkan,” katanya.
Nurrahmani juga menyoroti fenomena pedagang yang memilih berjualan di luar lapak meski sudah memiliki kios. Hal ini dinilai memicu ketidaktertiban karena menjadi contoh bagi pedagang lain.
“Awalnya ada yang sudah dapat lapak tapi tidak ditempati, malah jualan di luar. Itu kemudian diikuti pedagang lain,” jelasnya.
Saat ini pihaknya tengah melakukan penertiban dengan sistem teguran bertahap untuk mengembalikan ketertiban di dalam pasar.
“Sudah masuk teguran kedua, nanti akan dilanjutkan sampai tiga kali,” ujarnya.
Ia menegaskan pasar akan berjalan optimal jika seluruh pedagang mematuhi aturan dan menempati lapak yang telah disediakan.
Menurutnya, kondisi pasar yang masih sepi di beberapa titik juga disebabkan distribusi kios yang belum sepenuhnya selesai.
“Kalau semua sudah terisi dan tertib, baru bisa kita lihat mana yang benar-benar sepi,” katanya.
Ke depan Dinas Perdagangan juga akan memperkuat pengawasan dengan melibatkan tim gabungan, termasuk aparat penegak hukum, untuk memastikan ketertiban tetap terjaga.
Selain itu, sejumlah catatan dari DPRD seperti konsistensi aturan, pendataan berkala, dan pemeliharaan fasilitas juga akan menjadi fokus perbaikan.
“Kita akan konsisten dengan aturan, termasuk menindak penyewaan ilegal dan memperbaiki sistem pendataan,” pungkasnya.

