Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting
    Politik

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 29, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Riska Wahyuningsih saat memberikan keterangan pers usai kegiatan. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Riska Wahyuningsih menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendataan, khususnya untuk penanganan stunting di Kota Samarinda.

    Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan launching dan pembinaan Program Desa Cantik yang digelar di Ballroom Arutala Bapperida Kota Samarinda, Rabu, 29 April 2026.

    Menurutnya, kehadiran program ini diharapkan mampu menghadirkan data yang lebih cepat, akurat, dan terus diperbarui, sehingga dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah, terutama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.

    “Besar harapan saya, dengan adanya launching ini, pendataan yang selalu diperbarui di Kota Samarinda bisa berjalan dengan baik. Ini sangat berkaitan dengan program pencegahan dan penurunan stunting, termasuk gerakan orang tua asuh stunting,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, selama ini salah satu kendala dalam pelaksanaan program adalah keterlambatan pembaruan data. Namun dengan adanya kolaborasi antara instansi terkait, pembaruan data diharapkan dapat dilakukan secara lebih rutin.

    “Kalau dulu mungkin pembaruan data agak lambat, sekarang dengan kerja sama yang ada, data bisa diperbarui lebih cepat. Bahkan bisa dilakukan secara berkala, sehingga setiap perubahan bisa langsung tercatat,” tambahnya.

    Riska menilai, data yang akurat dan terkini menjadi kunci penting dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

    Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya menjadikan data sebagai dasar utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

    Ia menyampaikan bahwa selama ini masih ditemukan persoalan seperti data yang tidak seragam, tidak terintegrasi, hingga tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam perencanaan program.

    Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan kerap tidak tepat sasaran dan berdampak pada pemborosan anggaran.

    “Kalau kebijakan tidak berbasis data yang akurat, maka program bisa meleset. Kalau program meleset, anggaran menjadi tidak efektif, dan masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.

    Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa dampak terbesar dari lemahnya pengelolaan data bukan hanya pada anggaran, tetapi juga pada arah pembangunan yang menjadi tidak jelas.

    Melalui Program Desa Cantik, ia berharap seluruh aparatur, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan, dapat meningkatkan kesadaran dalam mengelola data secara baik dan menjadikannya sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan.

    “Kita tidak hanya menjalankan program karena kewajiban, tetapi harus benar-benar sadar bahwa data adalah fondasi pembangunan,” pungkasnya.

    Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, Program Desa Cantik diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Samarinda.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.