Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    Oktober 13, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Libur Lebaran Usai, Pejuang Rupiah Bersiap Kembali ke Rutinitas
    Samarinda

    Libur Lebaran Usai, Pejuang Rupiah Bersiap Kembali ke Rutinitas

    LarasBy LarasApril 14, 2024Updated:April 14, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi mudik (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Libur Lebaran hampir usai. Para pemudik kini berbondong-bondong menuju daerah perantauan untuk kembali beraktivitas baik bekerja, sekolah dan sebagainya.

    Salah satunya yang ramai dibahas di media sosial yakni kembalinya sang pejuang rupiah untuk mencari nafkah.

    Para pekerja dari berbagai sektor dan usia tersebut saat ini harus meninggalkan momentum libur panjang Lebaran.

    Kembali dihadapkan atas kewajiban dan tanggung jawabnya, para pejuang rupiah akan mengingat saat-saat bertemu dengan keluarga, orang tua dan sahabatnya di kampung halaman.

    Teks: Tenaga kesehatan

    Shintia, seorang bidan dari rumah sakit di Jawa Barat (Jabar) harus kembali ke daerah tugasnya dan meninggalkan keluarganya yang berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

    Hanya dua kali dalam setahun ia bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. Ketika libur nasional menjelang Hari Raya Idulfitri dan libur nasional Natal dan Tahun Baru.

    Sempat mampir ke Kota Samarinda melepas rindu bersama teman-teman seperjuangan semasa kuliah, Shintia mengungkapkan jika perantauannya tidak lagi sesedih awal pertama ia melancong ke Samarinda untuk kuliah.

    Kini, walau harus berpisah dengan keluarga dan teman-temannya, Shintia mengaku bersyukur dan senang bisa diberi umur untuk bertemu di momentum silaturahmi ini.

    “Dulu awal saja sedih pas kuliah. Sekarang ada sedih dikit tapi sudah terbiasa, namanya juga pejuang rupiah,” terang Shintia sambil tertawa, Minggu (14/4/2024) .

    Hal senada juga dirasakan Shela yang juga berprofesi sebagai bidan di sebuah proyek tol di Balikpapan. Ini menjadi kali keduanya mudik setelah hampir satu tahun delapan bulan ia merantau dari Samarinda-Balikpapan untuk bekerja.

    Selain ingin mencari pengalaman baru di bidang medis, ia ingin merasakan kondisi sebagai seorang perantau.

    Berlalu dengan cepat, Shela akan kembali ke lokasi kerjanya dan segera meninggalkan keluarganya kembali.

    Cukup dekat dengan keluarganya, ia menyampaikan ada sedikit kesulitan untuk berpisah sewaktu bekerja. Memiliki adik-adik yang masih merindukan, membuat Shela harus menahan kesedihannya.

    “Apalagi yang kecil (adik) sampai dibujuk-bujuk dulu, diiming-imingi ini itu supaya mau pisah. Sedih tapi mau bagaimana lagi harus mencari nafkah,” ujarnya.
    Masih banyak lagi kisah para pejuang rupiah harus meninggalkan suasana hangat dan indahnya Lebaran.

    Namun melanjutkan hidup merupakan hal penting yang harus dilakukan. Tak perlu sedih, di tahun berikutnya semoga dapat berkumpul kembali di hari yang fitri di kampung halaman. Selamat kembali bekerja.

    Jabar Kaltim Lebaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    AminahOktober 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyalahgunaan cairan rokok elektrik atau vape yang dapat dicampur zat berbahaya menjadi…

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,382 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.