Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DLH Kaltim Optimalkan SIHATI untuk Evaluasi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

    Oktober 13, 2026

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    Oktober 13, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum
    Pendidikan

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    AminahBy AminahOktober 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kadisdikbud Kaltim, Armin mengusulkan karya perupa lokal dipajang di kantor pemerintahan, Taman Budaya, dan museum agar memiliki ruang apresiasi yang lebih luas. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong keterlibatan seniman dalam pembelajaran di sekolah agar pendidikan seni rupa tidak hanya bergantung pada kemampuan guru.

    Usulan ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin saat pembukaan pameran seni rupa Di Balik Situs yang mengangkat sejarah dan warisan budaya Kaltim dan Kaltara, di Balai Pelestarian Kebudaya Kaltim, Senin, 12 Oktober 2026.

    Armin menilai pameran tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan sejarah situs kepada peserta didik melalui pendekatan seni. Ia meminta sekolah mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seni rupa sekaligus membuka peluang bagi seniman untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

    “Kegiatan pameran seni rupa ini sangat positif, apalagi berhubungan dengan apresiasi situs. Di balik ini ada cerita-cerita sejarah,” kata Armin.

    Sekolah sebenarnya telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler. Namun, keterlibatan seniman dinilai dapat memperkaya pembelajaran melalui pengalaman dan keahlian praktis yang tidak selalu dimiliki tenaga pengajar.

    “Kalau bisa, seniman ini masuk sekolah, jadi bukan lagi mengandalkan hanya gurunya. Mereka bisa masuk sebagai guru tamu supaya lebih profesional,” ujarnya.

    Meski demikian, Armin belum menjelaskan mekanisme pelibatan seniman sebagai guru tamu, termasuk skema kerja sama, pembiayaan, maupun sekolah yang akan menjadi sasaran program. Hal-hal tersebut menjadi penting agar gagasan itu tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

    Selain mendorong pembelajaran seni di sekolah, Armin mengusulkan agar karya perupa lokal mendapat ruang lebih luas di lembaga kebudayaan dan perkantoran pemerintah. Ia menyebut Taman Budaya, museum, serta kantor Disdikbud Kaltim sebagai sejumlah tempat yang dapat dimanfaatkan untuk memajang karya seni rupa.

    “Kita ingin supaya Taman Budaya, museum juga mengoleksi karya-karya seni rupa dari Kaltim,” katanya.

    Upaya tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap karya seniman sekaligus memperluas akses masyarakat untuk mengenal seni rupa daerah. Namun, ia belum merinci kebijakan pengadaan atau mekanisme kurasi yang akan digunakan untuk menentukan karya yang dipajang maupun dikoleksi.

    Armin juga menyinggung capaian peserta didik Kaltim dalam kompetisi tingkat nasional sebagai indikasi adanya potensi dan minat yang perlu dikembangkan. Ia berharap potensi tersebut dapat diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah dan para pelaku seni.

     

    Disdikbud Samarinda Pameran Seni Rupa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DLH Kaltim Optimalkan SIHATI untuk Evaluasi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

    Ratu ArifanzaOktober 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Untuk memperkuat pengawasan dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)…

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    Oktober 13, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,382 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.