Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas
    Pendidikan

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Eko Suprayetno, saat ditemui awak media pada Senin, 12/10/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda belum menetapkan batas waktu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak kabut asap.

    Kebijakan tersebut bergantung pada kondisi kualitas udara di lingkungan sekolah, terutama wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Kota Samarinda Eko Suprayetno.

    Ia mengatakan keputusan pelaksanaan PJJ tidak lagi mengacu pada batas waktu tertentu seperti kebijakan sebelumnya. Sekolah dapat mengambil langkah tersebut apabila kondisi udara di wilayahnya dinilai membahayakan kesehatan siswa.

    “Untuk batasan waktunya, kita berharap semoga cepat berakhir. Kalau hujan segera turun dan pembakaran lahan juga tidak terjadi, kondisi kualitas udara kita bisa semakin cepat membaik,” ujarnya saat ditemui di Gedung Disdikbud Kota Samarinda, Senin, 12 Oktober 2026.

    Berdasarkan laporan yang diterima Disdikbud, sekolah yang melaksanakan PJJ masih didominasi wilayah Kecamatan Palaran dan Sambutan. Hingga saat wawancara berlangsung, tercatat sebanyak 27 sekolah telah melaporkan pelaksanaan PJJ kepada Disdikbud.

    Meski demikian, kebijakan tersebut tidak terbatas pada dua kecamatan itu. Sekolah di wilayah lain, termasuk kawasan yang mengalami peningkatan paparan asap akibat munculnya titik api baru, juga diberikan kesempatan menerapkan PJJ apabila kondisi udara di sekitarnya memburuk.

    Untuk memastikan keputusan tersebut memiliki dasar yang jelas, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan Puskesmas setempat. Hasil pemantauan kualitas udara dan rekomendasi Puskesmas menjadi pertimbangan kepala sekolah dalam menentukan apakah pembelajaran tatap muka masih memungkinkan dilaksanakan.

    “Sekolah mendasarkan kepada rekomendasi dari Puskesmas, kemudian menyampaikan laporan tersebut kepada Dinas untuk kita melakukan monitoring dan evaluasi,” jelasnya.

    Apabila pembelajaran tatap muka tetap berlangsung, sekolah diminta menerapkan langkah perlindungan terhadap siswa. Di antaranya mewajibkan penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta memastikan ventilasi udara di ruang kelas berfungsi dengan baik.

    Eko menilai, penerapan PJJ cukup efektif untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa karena aktivitas mereka di luar rumah dapat dibatasi. Namun, dari sisi proses belajar mengajar, metode tersebut masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan teknologi dan sarana pembelajaran daring.

    Menurutnya, pembelajaran jarak jauh selama ini masih banyak mengandalkan telepon pintar milik guru untuk menyampaikan materi maupun memberikan tugas kepada siswa. Pengawasan aktivitas siswa selama PJJ juga membutuhkan keterlibatan orang tua agar anak tidak tetap beraktivitas di luar rumah.

    Karena itu, Disdikbud berharap kondisi kualitas udara segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal.

    “Kami juga mengimbau masyarakat menghentikan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kualitas udara dan mengancam kesehatan warga, khususnya anak-anak,” tandasnya.

     

    Disdikbud Samarinda Eko Suprayetno Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Ratu ArifanzaOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kaltim tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi…

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.