Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana
    Pemerintah

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks/ Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat memberikan keterangan kepada awak media. (Ist/Pemprov Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kaltim tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Laporan khusus karhutla periode 27 Juli hingga 15 September 2026 mencatat sekitar 13.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan, perlunya penguatan koordinasi lintas sektor untuk menangani dampak karhutla sekaligus mengantisipasi risiko kekeringan dan banjir akibat perubahan musim.

    Diketahui, sejumlah wilayah konsentrasi partikel halus PM2,5 bahkan mencapai 10 hingga 13 kali lipat dari ambang batas mutu udara yang berlaku. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

    Menurut Seno, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman api, tetapi juga harus disertai langkah perlindungan kesehatan hingga tingkat pelayanan dasar.

    “Perlu kerja sama yang baik di tingkat OPD, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga kesehatan masyarakat akibat karhutla ini dapat tertangani dengan baik sampai ke tingkat puskesmas,” ujarnya.

    Selain dampak kesehatan, Seno menyoroti penanganan kebakaran di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang memerlukan koordinasi antara pemerintah daerah dan otoritas terkait.

    Dalam rapat sebelumnya di Ibu Kota Nusantara (IKN), koordinasi antara Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kaltim, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

    Ia berharap Kementerian Kehutanan dapat melakukan pengukuran ulang kawasan Bukit Soeharto untuk memperjelas cakupan wilayah dan kewenangan pengelolaannya. Kejelasan tersebut dinilai penting agar pemantauan serta penanganan kebakaran, khususnya di kawasan yang berada dalam kewenangan Otorita IKN, dapat berjalan lebih optimal.

    Di sisi lain, dampak musim kemarau juga terlihat dari kondisi sumber air di sejumlah daerah. Berdasarkan data pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebanyak 33 titik sungai di 10 kabupaten/kota di Kaltim mengalami kekeringan.

    Seno mengatakan, kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah hulu Sungai Mahakam, mendapat perhatian dan bantuan sesuai kondisi di lapangan.

    Memasuki periode peralihan menuju musim hujan, ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir.

    Menurutnya, perubahan musim berpotensi menghadirkan ancaman bencana berbeda yang membutuhkan langkah antisipasi sejak dini.

    “Koordinasi harus terus kita lakukan. Ketika mendekati musim hujan, ancaman bencana banjir juga akan ada di Kaltim. Ini memerlukan komunikasi aktif antara pemerintah provinsi dan Forkopimda,” terangnya.

    Penguatan koordinasi lintas sektor diharapkan dapat memastikan penanganan karhutla, dampak kekeringan, serta kesiapsiagaan menghadapi banjir berjalan terpadu.

    “Dengan demikian, upaya penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, tetapi juga pada perlindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat di Kaltim,” pungkasnya.

     

    karhutla Pemprov Kaltim Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Ratu ArifanzaOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Balikpapan — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kaltim tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi…

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.