Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Libur Lebaran Usai, Pejuang Rupiah Bersiap Kembali ke Rutinitas
    Samarinda

    Libur Lebaran Usai, Pejuang Rupiah Bersiap Kembali ke Rutinitas

    LarasBy LarasApril 14, 2024Updated:April 14, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi mudik (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Libur Lebaran hampir usai. Para pemudik kini berbondong-bondong menuju daerah perantauan untuk kembali beraktivitas baik bekerja, sekolah dan sebagainya.

    Salah satunya yang ramai dibahas di media sosial yakni kembalinya sang pejuang rupiah untuk mencari nafkah.

    Para pekerja dari berbagai sektor dan usia tersebut saat ini harus meninggalkan momentum libur panjang Lebaran.

    Kembali dihadapkan atas kewajiban dan tanggung jawabnya, para pejuang rupiah akan mengingat saat-saat bertemu dengan keluarga, orang tua dan sahabatnya di kampung halaman.

    Teks: Tenaga kesehatan

    Shintia, seorang bidan dari rumah sakit di Jawa Barat (Jabar) harus kembali ke daerah tugasnya dan meninggalkan keluarganya yang berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

    Hanya dua kali dalam setahun ia bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. Ketika libur nasional menjelang Hari Raya Idulfitri dan libur nasional Natal dan Tahun Baru.

    Sempat mampir ke Kota Samarinda melepas rindu bersama teman-teman seperjuangan semasa kuliah, Shintia mengungkapkan jika perantauannya tidak lagi sesedih awal pertama ia melancong ke Samarinda untuk kuliah.

    Kini, walau harus berpisah dengan keluarga dan teman-temannya, Shintia mengaku bersyukur dan senang bisa diberi umur untuk bertemu di momentum silaturahmi ini.

    “Dulu awal saja sedih pas kuliah. Sekarang ada sedih dikit tapi sudah terbiasa, namanya juga pejuang rupiah,” terang Shintia sambil tertawa, Minggu (14/4/2024) .

    Hal senada juga dirasakan Shela yang juga berprofesi sebagai bidan di sebuah proyek tol di Balikpapan. Ini menjadi kali keduanya mudik setelah hampir satu tahun delapan bulan ia merantau dari Samarinda-Balikpapan untuk bekerja.

    Selain ingin mencari pengalaman baru di bidang medis, ia ingin merasakan kondisi sebagai seorang perantau.

    Berlalu dengan cepat, Shela akan kembali ke lokasi kerjanya dan segera meninggalkan keluarganya kembali.

    Cukup dekat dengan keluarganya, ia menyampaikan ada sedikit kesulitan untuk berpisah sewaktu bekerja. Memiliki adik-adik yang masih merindukan, membuat Shela harus menahan kesedihannya.

    “Apalagi yang kecil (adik) sampai dibujuk-bujuk dulu, diiming-imingi ini itu supaya mau pisah. Sedih tapi mau bagaimana lagi harus mencari nafkah,” ujarnya.
    Masih banyak lagi kisah para pejuang rupiah harus meninggalkan suasana hangat dan indahnya Lebaran.

    Namun melanjutkan hidup merupakan hal penting yang harus dilakukan. Tak perlu sedih, di tahun berikutnya semoga dapat berkumpul kembali di hari yang fitri di kampung halaman. Selamat kembali bekerja.

    Jabar Kaltim Lebaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Masih Berbelit, Pengusaha Minta Penyederhanaan Perizinan Reklame

    Juni 4, 2026

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    R’syaJuni 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan orang tua harus berperan aktif…

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026

    Skateboard Makin Diminati, KIS Kaltim Buka Ruang bagi Pemula

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.