Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus
    Pemerintah

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    AminahBy AminahJuni 1, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DLH Samarinda, Suwarso menyebut kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah kurban mulai meningkat meski pelanggaran masih ditemukan. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Beberapa hari setelah perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda masih menemukan pembuangan limbah hewan kurban di sejumlah titik di Kota Samarinda.

    Meski jumlahnya disebut menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, DLH menilai praktik pembuangan jeroan dan limbah kurban ke sungai maupun tempat pembuangan liar masih menjadi persoalan serius yang berpotensi mencemari lingkungan.

    Kepala DLH Samarinda Suwarso mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebenarnya telah mengeluarkan surat edaran terkait tata cara penanganan limbah hewan kurban sebelum Hari Raya Iduladha dilaksanakan.

    “Wali kota sudah mengeluarkan edaran berkaitan dengan pelaksanaan kurban tahun 2026 termasuk bagaimana penanganan limbah pasca pemotongan,” ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.

    Dalam edaran tersebut, masyarakat diminta menanam limbah jeroan hewan kurban ke dalam tanah dengan kedalaman minimal 50 sentimeter agar tidak mencemari lingkungan sekitar maupun aliran drainase dan sungai.

    “Jeroan itu harus ditanam dalam tanah dengan ketebalan minimal 50 sentimeter, dengan harapan limbahnya tidak mengalir ke permukaan air atau ke area drainase,” katanya.

    Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, DLH mencatat tingkat pelanggaran mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Namun, praktik pembuangan limbah kurban ke sungai masih ditemukan.

    “Tahun sebelumnya masih banyak yang membuang jeroan ke sungai. Tahun ini memang masih ada tiga karung jeroan yang dibuang ke Sungai Karang Mumus,” ungkap Suwarso.

    DLH Samarinda langsung melakukan evakuasi cepat terhadap limbah tersebut menggunakan perahu operasional di Sungai Karang Mumus sebelum akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan untuk ditimbun.

    “Sebagai bentuk reaksi cepat, tim kami langsung mengangkut tiga karung itu menggunakan perahu dan langsung ditanam di TPA Sambutan,” ujarnya.

    Selain di sungai, tim DLH juga menemukan limbah kurban dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS) kawasan Ring Road Lempake.

    “Ada juga yang dibuang di TPS di kawasan Ring Road. Tim kami langsung melakukan penanganan dan dibawa ke TPA Sambutan untuk ditimbun,” katanya.

    Menurut Suwarso, kesadaran masyarakat mulai meningkat setelah pemerintah rutin mengeluarkan imbauan terkait pengelolaan limbah kurban setiap tahun. Namun ia mengingatkan bahwa limbah jeroan hewan sangat rentan membusuk dan dapat mencemari lingkungan bila dibuang sembarangan.

    “Limbah jeroan ini cepat membusuk dan isinya kotoran. Kalau dibuang sembarangan tentu bisa merusak dan mencemari lingkungan,” tegasnya.

    DLH berharap pada perayaan Iduladha tahun berikutnya masyarakat semakin disiplin dalam menangani limbah hewan kurban agar tidak lagi ditemukan pembuangan ke sungai maupun ruang terbuka.

    “Semoga tahun depan imbauan dari wali kota benar-benar dijalankan dan tidak ada lagi yang membuang limbah ke permukaan air terbuka,” ujarnya.

    Di sisi lain, DLH Samarinda menyebut volume sampah selama Iduladha tahun ini relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan besar seperti saat Idulfitri.

    “Kalau volume sampah Alhamdulillah normal. Kita sudah antisipasi dari pengalaman Idulfitri kemarin. Hanya ada sedikit peningkatan di daerah tertentu seperti Pelita dan Griya,” kata Suwarso.

    Ia menilai kondisi kebersihan kota selama Iduladha tahun ini masih cukup terkendali karena penanganan sampah dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

    “Teman-teman juga bisa lihat, sampah tidak sampai melebar ke mana-mana. Saya kira itu cukup terkendali,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.