Insitekaltim, Samarinda – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda mengembangkan sistem pelayanan ketenagakerjaan berbasis digital untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
Kepala Disnaker Kota Samarinda Yuyum Puspitaningrum mengatakan, sistem tersebut diterapkan melalui mekanisme auto-matching yang menghubungkan data pencari kerja dengan lowongan yang tersedia di perusahaan.
Menurut Yuyum, mekanisme tersebut terintegrasi dengan pendaftaran AK1 atau kartu pencari kerja. Setelah pencari kerja melakukan pendaftaran secara daring dan datanya diverifikasi oleh Disnaker, sistem akan memberikan rekomendasi perusahaan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja sesuai kompetensi pencari kerja.
“Kalau kita masuk pendaftaran pencari kerja, langsung otomatis ada penawaran usaha apa yang cocok dengan kita. Langsung perusahaannya apa yang sesuai dengan kompetensi yang kita punya,” ujar Yuyum saat ditemui di Hotel Five Premiere Samarinda, Rabu, 7 Oktober 2026.
Melalui sistem tersebut, pencari kerja tidak hanya memperoleh informasi mengenai perusahaan yang membuka lowongan. Mereka juga dapat melihat informasi mengenai posisi yang tersedia, kompetensi yang dibutuhkan, hingga gaji dan fasilitas yang ditawarkan perusahaan.
Setelah menemukan lowongan yang sesuai, pencari kerja dapat mengajukan lamaran melalui sistem. Perusahaan kemudian dapat melihat profil serta tingkat kesesuaian kompetensi kandidat dengan kebutuhan tenaga kerja yang mereka cari.
Yuyum menyebut sistem tersebut memungkinkan perusahaan mengetahui kandidat yang memiliki tingkat kecocokan kompetensi hingga 90 persen atau bahkan 100 persen dengan posisi yang dibutuhkan.
“Perusahaan juga punya. 90 persen, 100 persen yang cocok dengan kandidat yang dia cari itu sudah terlihat di situ. Oh iya, ini matching dengan dia,” katanya.
Menurutnya, mekanisme tersebut diharapkan dapat memperpendek proses pencarian kerja sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Disnaker juga dapat memantau proses lamaran yang berlangsung dalam sistem. Apabila perusahaan tidak memberikan respons terhadap lamaran, kondisi tersebut dapat diketahui oleh pihak Disnaker.
Selain pencocokan pencari kerja dengan perusahaan, informasi lowongan kerja di Samarinda juga dihimpun melalui platform Tepian Samarinda. Perusahaan yang mendaftarkan lowongan kepada Disnaker dapat mencantumkan informasi kebutuhan tenaga kerjanya untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat.
Yuyum menambahkan, sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya Disnaker membangun data ketenagakerjaan Samarinda yang lebih terintegrasi, sehingga pemerintah dapat mengetahui kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi masyarakat secara lebih terukur.

