Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    April 29, 2026

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Kris, Anak Pemulung yang Kini Menginspirasi Pantai Kuta
    Tokoh

    Kris, Anak Pemulung yang Kini Menginspirasi Pantai Kuta

    Adit MustafaBy Adit MustafaJanuari 10, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri (kiri) bersama pengelola bar sekaligus penyedia jasa peminjaman papan selancar dan pelatihan selancar di Pantai Kuta, Kris (kanan).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bali – Di balik gemerlap Pantai Kuta yang terkenal sebagai destinasi wisata dunia, yang merupakan bagian dari Bali, Indonesia tersimpan cerita inspiratif seorang pria bernama Kris.

    Ia kini dikenal sebagai pengelola bar sekaligus penyedia jasa peminjaman papan selancar dan pelatihan selancar. Namun, siapa sangka, perjalanan hidupnya dimulai dari keterbatasan sebagai seorang pemulung.

    Kisah hidup Kris dimulai dengan perjuangan yang tidak mudah. “Saya ini pemulung dari umur 4 tahun. Sudah tidak tinggal dengan orang tua,” ungkap Kris di Pantai Kuta, Badung, Bali pada Jumat, 10 Januari 2024.

    Kehidupannya di Jakarta saat itu mengajarinya untuk mandiri sejak dini. Kris percaya bahwa hidup adalah “keharusan”, bukan sekadar kebutuhan.

    Pada tahun 1999, Kris memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dengan hanya bermodal Rp50.000. Perjalanan itu tidak mudah. Ia harus berpindah-pindah truk untuk mencapai Bali.

    “Dari Jakarta ke Surabaya, lalu menyebrang. Ongkos waktu itu hanya Rp5.000,” kenangnya. Namun, niat yang kuat dan tekad untuk maju menjadi pendorongnya untuk tidak menyerah.

    Setelah tiba di Bali, Kris memulai usaha kecil-kecilan. Ia bekerja membuka dan menutup bar, hingga akhirnya berkolaborasi dengan rekan untuk mendirikan usaha sendiri.

    “Saya lebih fokus di bar. Ini usaha bersama teman. Awalnya cuma ada beberapa spot kecil. Tapi sekarang, dengan peraturan baru, banyak usaha yang berkurang. Identitas dan izin menjadi penting,” jelasnya.

    Bali, dengan pesonanya sebagai destinasi wisata, menjadi tempat yang ideal untuk mengembangkan usaha. Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Kris menyebutkan dampak besar pandemi Covid-19 terhadap bisnis di Bali.

    “Covid itu berat. Banyak usaha gulung tikar, bukan hanya pendatang, tapi juga orang lokal Bali. Wisatawan yang berkurang sangat memengaruhi ekonomi di sini,” tuturnya.

    Melihat perjuangannya dari nol, Kris memiliki pesan penting untuk generasi muda. “Jangan terlalu bermanja-manja dengan hidup. Cari uang, kumpulkan uang. Ingat, kamu bukan hidup untuk hari ini saja. Masih ada masa depan,” ujarnya tegas.

    Kris berharap generasi muda dapat belajar dari perjuangannya dan tidak takut memulai dari nol. “Hidup itu harus dijalani dengan tekad dan usaha. Jangan bergantung pada orang lain, bahkan orang tua. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya.

    bali Inspirasi Pantai Kuta
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026

    JMSI Kaltim Dukung Rencana Pemblokiran Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

    Maret 7, 2026

    Ramadan Dimaknai sebagai Penguatan Kebersamaan dan SDM, MSI Group Siapkan Program Pengembangan Wartawan

    Maret 1, 2026

    Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar

    Februari 27, 2026

    Sukri: Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim Masih dalam Batas Wajar

    Februari 27, 2026

    JMSI Dorong Pemerintah Perketat Kerja Sama Media, Verifikasi Dewan Pers Jadi Syarat Utama

    Februari 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    Andika SaputraApril 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Anhar menilai,…

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    April 29, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026
    1 2 3 … 3,080 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.