Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar
    Tokoh

    Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar

    RidhoBy RidhoFebruari 27, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Founder Sukri Institute saat ditemui dikantornya (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar kembali menuai sorotan publik. Sejumlah warga mempertanyakan urgensi kendaraan berkapasitas mesin besar yang lebih banyak digunakan untuk aktivitas di Jakarta, sementara kondisi geografis Kalimantan Timur dinilai membutuhkan kendaraan berjenis offroad.

    Menanggapi hal tersebut, Founder Sukri Institute Mohammad Sukri menilai pengadaan mobil dinas tersebut masih tergolong wajar selama prosesnya dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

    Menurutnya, mobil dinas tersebut memang diperuntukkan bagi aktivitas Gubernur saat menjalankan tugas kedinasan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa setiap kepala daerah pada umumnya harus menyiapkan kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas kerja di pusat pemerintahan.

    “Kalau menurut saya, mobil itu memang disiapkan untuk aktivitas Gubernur di Jakarta. Bukan untuk gagah-gagahan atau kemewahan. Justru kalau mobil seharga Rp8,5 miliar digunakan di Kalimantan Timur dengan kondisi jalan tertentu, bisa cepat rusak,” ujar Sukri, Jumat, 27 Februari 2026.

    Ia juga menilai bahwa wajar jika kendaraan dengan spesifikasi tinggi ditempatkan di Jakarta, mengingat kondisi jalan yang lebih mendukung serta kebutuhan mobilitas pejabat daerah dalam menjalankan tugas nasional.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa nilai anggaran kendaraan tersebut memang tergolong sangat besar dan berpotensi memicu penilaian pro dan kontra di seluruh masyarakat.

    “Kalau bicara harga memang ‘wow’ memang sangat besar nominalnya. Tapi kita juga harus melihat prosesnya. Tidak mungkin ujug-ujug Gubernur bilang mau beli mobil ini. Ada kajian teknis, kajian spesifikasi, serta pertimbangan manfaat sebelum pengadaan ini dilakukan,” jelasnya.

    Ia menekankan bahwa selama proses pengadaan mobil dinas tersebut telah melalui kajian yang matang dan tidak melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, maka kebijakan tersebut dapat dinilai sah secara administratif.

    “Yang terpenting adalah prosesnya benar. Selama tidak melanggar aturan pengadaan barang dan jasa, maka pengadaan mobil dinas itu sah-sah saja,” tegasnya.

    Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim ini benar-benar menyita perhatian publik nasional. Para tokoh kritis dan pegiat media sosial ramai menyerang Gubernur Rudy Mas’ud. Sebagian dari mereka bahkan meledek Rudy Mas’ud.

    “Jalannya yang rusak, mobil Rp8,5 miliar yang dibeli. Kocak,” komentar netizen.

    Faktanya, Gubernur Rudy Mas’ud sudah menjawab sorotan soal kritik jalan rusak itu, bahkan sebelum netizen heboh karena pembelian mobil mewah ini.

    Sejak tahun 2025, awal menjabat, Rudy Mas’ud bahkan sudah mengirim ‘pasukan’ untuk membuka jalan di kawasan perbatasan, beranda republik yang belum tersingkap. Jalur itu akan membuka akses ke Provinsi Kalimantan Utara untuk memudahkan jalur logistik masyarakat perbatasan yang harganya setinggi langit.

    Jalur ke Kabupaten Mahakam Ulu juga sudah terbuka dan bisa dilalui melalui jalur darat kolaborasi anggaran dengan APBN. Masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu menikmati terbukanya akses yang sebelumnya belum terbuka mulus itu.

    Demikian juga jalur ke Kutai Barat. Rudy Mas’ud bahkan langsung menemui Menteri PUPR Dody Hanggodo di Jakarta minta agar jalan nasional itu ditingkatkan kualitasnya dengan jalan berkualitas dan mulus.

    Satu lagi, Gubernur Rudy Mas’ud menjadi gubernur pertama yang akan membangun jalan mulus untuk tiga desa tertinggal yang tak jauh dari Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Desa Gerunggung, Deraya dan Tanjung Soke. Satu lagi desa Lemper, bukan desa tertinggal, tapi secara insfratruktur jalan Desa Lemper bersebelahan dengan tiga desa tertinggal itu.

    Polemik ini pun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi ke depan agar kebijakan pengadaan barang milik daerah lebih memperhatikan aspek kebutuhan, efisiensi, serta kebutuhan kendaraan dinas di Kaltim.

     

    Mobil Dinas Mohammad Sukri Pemprov Kaltim Sukri institute
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Kaltim Tingkatkan Pengawasan Ketenagakerjaan Lewat Sipatuh Naker

    Juli 15, 2026

    Aduan Warga Berbuah Hasil, PT REA Lanjutkan Kerja Sama Angkutan Sawit dengan 13 BUMDes

    Juli 14, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Tinjau Hasil RTLH di Muara Tae, Rudy Soroti Kebutuhan Dasar Penerima Manfaat

    Juli 6, 2026

    Jalan Menuju Gerunggung Mulai Dibangun Tahun Depan, Gubernur Pastikan Desa Terpencil Tak Ditinggalkan

    Juli 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    SittiJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Harapan warga Muara Kaman agar Jembatan Mahakam Kudungga segera dibangun kembali berbenturan…

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026

    Rudy Mas’ud: Sengketa SMAN 10 Usai, Kini Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Juli 22, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,231 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.