Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    Oktober 22, 2026

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite
    Ekonomi

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    IraBy IraJuli 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Antrean kendaraan roda empat dan dua di SPBU Teluk Lerong Kota Samarinda (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Samarinda dinilai dipicu tingginya disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

    Kondisi tersebut mendorong banyak pengguna kendaraan beralih ke Pertalite sehingga meningkatkan kepadatan di SPBU.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, perbedaan harga yang cukup jauh menjadi salah satu penyebab meningkatnya antrean di sejumlah SPBU.

    “Memang disparitas harga yang terlalu tinggi. Tetapi perlu diketahui masyarakat pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, sebaiknya menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi atau RON yang direkomendasikan pabrikan,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.

    Menurut Hotmarulitua, penggunaan BBM dengan nilai oktan yang tidak sesuai dapat berdampak pada performa mesin dan meningkatkan biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang.

    Ia menjelaskan, meski harga Pertamax lebih tinggi dibanding Pertalite, dari sisi teknis pembakarannya lebih sempurna sehingga dinilai lebih efisien untuk kendaraan yang memang direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON lebih tinggi.

    Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Dishub juga menyiapkan sejumlah usulan untuk mengurangi antrean kendaraan di SPBU. Salah satunya adalah penataan distribusi BBM bersubsidi yang akan dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

    Usulan tersebut antara lain pengambilan nomor antrean untuk pembelian Biosolar melalui layanan pengujian kendaraan bermotor (PKB/KIR), serta pemetaan penjualan Pertalite di SPBU yang berada di kawasan lingkar luar kota.

    Menurut Hotmarulitua, langkah tersebut bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU yang berada di kawasan pusat aktivitas ekonomi.

    “Kami mengusulkan penjualan Pertalite diarahkan ke SPBU di lingkar luar. Dengan begitu, antrean tidak mengganggu aktivitas usaha di sekitar SPBU yang berada di pusat kota,” jelasnya.

    Ia menilai antrean panjang tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah toko dan pelaku usaha di sekitar SPBU disebut ikut terdampak karena akses kendaraan menjadi terganggu.

    Selain menghambat aktivitas perdagangan, antrean kendaraan juga dinilai mengurangi kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas.

    Usulan penataan distribusi tersebut masih akan dibahas bersama pemerintah provinsi dan perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya menciptakan distribusi BBM yang lebih tertib sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di Kota Samarinda.

     

    Antrean BBM Dishub samrinda Hotmarulitua Manalu
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Masih Jadi Perhatian

    Oktober 22, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Distribusi BBM, Antrean di 33 SPBU Jadi Sorotan

    Oktober 22, 2026

    Dishub Samarinda Bidik PAD Lewat Nama Halte

    Oktober 16, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    SintaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah penting…

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026

    Hari Santri, Wawali Samarinda Dorong Santri Kuasai Teknologi

    Oktober 22, 2026

    “Bencana Urusan Bersama”, Srikandi BPBD Samarinda Ambil Peran dalam Penanganan Karhutla

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,401 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.