Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite
    Ekonomi

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 22, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Antrean kendaraan roda empat dan dua di SPBU Teluk Lerong Kota Samarinda (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Samarinda dinilai dipicu tingginya disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

    Kondisi tersebut mendorong banyak pengguna kendaraan beralih ke Pertalite sehingga meningkatkan kepadatan di SPBU.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, perbedaan harga yang cukup jauh menjadi salah satu penyebab meningkatnya antrean di sejumlah SPBU.

    “Memang disparitas harga yang terlalu tinggi. Tetapi perlu diketahui masyarakat pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, sebaiknya menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi atau RON yang direkomendasikan pabrikan,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 22 Juli 2026.

    Menurut Hotmarulitua, penggunaan BBM dengan nilai oktan yang tidak sesuai dapat berdampak pada performa mesin dan meningkatkan biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang.

    Ia menjelaskan, meski harga Pertamax lebih tinggi dibanding Pertalite, dari sisi teknis pembakarannya lebih sempurna sehingga dinilai lebih efisien untuk kendaraan yang memang direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON lebih tinggi.

    Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Dishub juga menyiapkan sejumlah usulan untuk mengurangi antrean kendaraan di SPBU. Salah satunya adalah penataan distribusi BBM bersubsidi yang akan dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

    Usulan tersebut antara lain pengambilan nomor antrean untuk pembelian Biosolar melalui layanan pengujian kendaraan bermotor (PKB/KIR), serta pemetaan penjualan Pertalite di SPBU yang berada di kawasan lingkar luar kota.

    Menurut Hotmarulitua, langkah tersebut bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU yang berada di kawasan pusat aktivitas ekonomi.

    “Kami mengusulkan penjualan Pertalite diarahkan ke SPBU di lingkar luar. Dengan begitu, antrean tidak mengganggu aktivitas usaha di sekitar SPBU yang berada di pusat kota,” jelasnya.

    Ia menilai antrean panjang tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah toko dan pelaku usaha di sekitar SPBU disebut ikut terdampak karena akses kendaraan menjadi terganggu.

    Selain menghambat aktivitas perdagangan, antrean kendaraan juga dinilai mengurangi kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas.

    Usulan penataan distribusi tersebut masih akan dibahas bersama pemerintah provinsi dan perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya menciptakan distribusi BBM yang lebih tertib sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di Kota Samarinda.

     

    Antrean BBM Dishub samrinda Hotmarulitua Manalu
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026

    Kendaraan Mati KIR dan Pajak, Tak Bisa Beli Solar Subsidi

    Juli 21, 2026

    Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Aktif, Berakibat Potensi Ekonomi Belum Tergarap Maksimal

    Juli 20, 2026

    Tak Lagi Hanya Blokir Situs, Pemerintah Kini Sasar Ekosistem Judi Online

    Juli 19, 2026

    Belum Meratanya Nomenklatur di Daerah, Jadi Kendala Perkembangan Ekonomi Kreatif

    Juli 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    R’syaJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Atikah Ujang mendorong…

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026

    Srikandi Merdeka Cup 2026 Jaring Talenta Timnas Putri U-17

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,232 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.