Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Satukan Data Proyek Pembangunan dalam Satu Sistem Digital

    September 4, 2026

    Harga Sawit Kembali Menanjak, Ada Napas Baru untuk Petani Kaltim

    September 4, 2026

    Kemarau Memanjang, Tirta Kencana Naikkan Level Kewaspadaan Amankan Air Samarinda

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga Sawit Kembali Menanjak, Ada Napas Baru untuk Petani Kaltim
    Ekonomi

    Harga Sawit Kembali Menanjak, Ada Napas Baru untuk Petani Kaltim

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi lahan sawit yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ada sedikit ruang bernapas bagi petani kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah melewati dinamika harga komoditas, nilai tandan buah segar (TBS) kembali menanjak pada periode 16–31 Agustus 2026.

    Kenaikan ini bukan sekadar angka di tabel harga, tetapi menjadi tambahan nilai ekonomi yang langsung bersentuhan dengan pendapatan pekebun.

    Kenaikan harga TBS tersebut ditetapkan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui tim penetapan harga dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan kernel.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Arief Murdiyatno mengatakan, harga rata-rata tertimbang CPO pada periode tersebut mencapai Rp15.230,55 per kilogram.

    Sementara harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.521,48 per kilogram.

    “Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.230,55 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.521,48 per kilogram,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Jumat, 4 September 2026.

    Menurutnya, penguatan harga TBS turut dipengaruhi kenaikan harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan terhadap komoditas tersebut.

    Dampaknya terlihat pada harga TBS yang diterima petani berdasarkan usia tanaman. Untuk tanaman berumur tiga tahun, misalnya, harga ditetapkan Rp3.127,56 per kilogram. Nilai tersebut terus meningkat seiring bertambahnya usia tanaman hingga mencapai Rp3.561,69 per kilogram untuk tanaman berumur 10–20 tahun.

    Setelah melewati usia produktif tersebut, harga kembali menurun secara bertahap. Tanaman berumur 21 tahun ditetapkan Rp3.510,05 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.439,58 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.363,55 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.325,61 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.294,44 per kilogram.

    Kenaikan harga ini menjadi penting bagi ekonomi rumah tangga pekebun. Sebab, nilai TBS tidak hanya menentukan hasil penjualan panen, tetapi turut memengaruhi kemampuan petani memenuhi kebutuhan produksi, mulai dari pemeliharaan kebun hingga biaya operasional lainnya.

    Arief menegaskan, harga yang telah ditetapkan menjadi standar bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS), terutama petani plasma.

    Karena itu, pemerintah mendorong hubungan kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS terus diperkuat. Kemitraan dinilai menjadi salah satu kunci agar kenaikan harga komoditas dapat benar-benar dirasakan di tingkat petani.

    “Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” katanya.

    Bagi Kaltim, penguatan harga sawit juga memiliki arti lebih luas. Ketika pendapatan pekebun membaik, perputaran ekonomi di wilayah sentra perkebunan berpeluang ikut bergerak. Harga sawit yang menguat pun bukan hanya kabar baik bagi kebun, tetapi juga bagi denyut ekonomi daerah.

     

    Arief Murdiyatno Dinas Perkebunan Kaltim Harga Sawit sawit TBS TBS sawit
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Piutang Daerah Jadi Perhatian, DJKN Dorong Penagihan Lebih Efektif untuk Perkuat Ekonomi

    September 3, 2026

    GPM TVRI Kaltim Jadi Ruang Belanja Hemat, Tekan Beban Pengeluaran Masyarakat

    September 2, 2026

    Polda Kaltim Dukung Perda MBLB, Sebut Beri Kepastian Hukum dan Perkuat Pengawasan

    September 2, 2026

    26 Tahun Bara Kaltim, BKS Mulai Berburu Mesin PAD Baru

    September 1, 2026

    Bukan Jadi Kompetitor, BKS Ingin Jadi Mitra Pengusaha MBLB Kaltim

    September 1, 2026

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Satukan Data Proyek Pembangunan dalam Satu Sistem Digital

    R’syaSeptember 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan pemerintah kota (pemkot)…

    Harga Sawit Kembali Menanjak, Ada Napas Baru untuk Petani Kaltim

    September 4, 2026

    Kemarau Memanjang, Tirta Kencana Naikkan Level Kewaspadaan Amankan Air Samarinda

    September 4, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026

    Borneo FC Bidik Tiga Poin di Laga Perdana, Mauro Siapkan Tim Kompetitif Hadapi Persija

    September 4, 2026
    1 2 3 … 3,319 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.