Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Juli 22, 2026

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November
    Pemerintah

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    SittiBy SittiJuli 22, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) belum mencapai puncaknya. Pergeseran musim kemarau membuat potensi kebakaran diperkirakan berlangsung lebih lama, sementara sejumlah daerah mulai melaporkan kejadian karhutla hampir setiap hari.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, pola cuaca tahun ini berbeda dibanding perkiraan awal.

    Musim kemarau yang semula diprediksi dimulai pada akhir Juni bergeser hingga akhir Juli dan diperkirakan berlangsung sampai September, bahkan dapat berlanjut hingga November.

    “Musim kering kita agak bergeser. Awalnya diperkirakan mulai akhir Juni atau awal Juli, sekarang kemungkinan baru terasa di akhir Juli dan bisa berlangsung sampai September, Oktober, bahkan November,” kata Buyung, Selasa, 21 Juli 2026.

    Menurutnya, suhu udara mulai meningkat, tetapi hujan masih sesekali turun. Kondisi tersebut dinilai membantu menekan meluasnya kebakaran meski laporan karhutla terus berdatangan dari berbagai daerah.

    “Alhamdulillah masih ada hujan sehingga dampak kebakarannya relatif lebih kecil. Tetapi laporan yang masuk ke kami hampir setiap hari ada kabupaten atau kota yang mengalami karhutla. Rata-rata disebabkan kelalaian manusia,” terangnya.

    BPBD mencatat sebagian besar kebakaran yang terjadi masih berskala kecil dengan luas lahan terbakar di bawah lima hektare. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan intensif agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

    Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat menjadi wilayah yang saat ini paling rawan. Berau juga masuk dalam daerah yang terus dipantau karena memiliki potensi karhutla cukup tinggi.

    “Hampir semua daerah punya potensi. Tapi yang paling banyak saat ini Kutai Timur dan Kutai Barat, termasuk Berau. Nanti kondisinya bisa berubah sesuai perkembangan titik panas,” tuturnya.

    Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap seluruh hotspot sebagai kebakaran. Sebab, titik panas yang terdeteksi satelit masih harus diverifikasi di lapangan.

    “Hotspot belum tentu titik api. Bisa saja berasal dari atap seng, aktivitas pertambangan, atau sumber panas lainnya. Karena itu setiap titik panas tetap divalidasi oleh petugas di daerah,” jelasnya.

    Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta perusahaan pemegang konsesi. Menurut Buyung, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

    “Bencana itu urusan bersama. Pemerintah, masyarakat, sampai sektor swasta harus terlibat. Perusahaan-perusahaan pemegang konsesi juga memiliki tim internal yang kami harapkan siap turun ketika terjadi karhutla,” ujarnya.

    Dari sisi kesiapan, peralatan penanggulangan di daerah masih memadai untuk menghadapi kebakaran berskala kecil. Namun apabila kebakaran meluas dengan akses yang sulit dijangkau, BPBD akan meminta dukungan pemerintah pusat, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

    “Kalau kebakarannya sudah besar tentu tantangannya berbeda. Luas areanya besar, akses sulit. Dalam kondisi seperti itu kami bisa mengusulkan bantuan, termasuk modifikasi cuaca bila memang diperlukan,” terangnya.

    Buyung menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi pemadaman. Di sisi lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

    “Yang paling penting adalah mencegah. Jangan sampai karena kelalaian, kebakaran terus berulang setiap musim kemarau,” pungkasnya.

     

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan karhutla Kebakaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Kendaraan Mati KIR dan Pajak, Tak Bisa Beli Solar Subsidi

    Juli 21, 2026

    Kubar 19 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Curah Hujan Kaltim Tetap Rendah hingga Akhir Juli

    Juli 21, 2026

    Perpustakaan Samarinda Buka Donasi Buku dan Koleksi Lawas untuk Edukasi Generasi Muda

    Juli 21, 2026

    Penerangan hingga Sambungan Aspal Jembatan Mahakam Ulu Dibenahi, CCTV Segera Dipasang

    Juli 21, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Nur AjijahJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)…

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026

    Rudy Mas’ud: Sengketa SMAN 10 Usai, Kini Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,231 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.